Peran dan Penerapan Geografi Dalam Kehidupan Pada Kajian Litosfer, Atmosfer, Hidrosfer, Biosfer, dan Antroposfer.

Geografi sangat berperan penting bagi kehidupan sehari-hari kita, Untuk lebih jelasnya penerapan ilmu geografi dibagi menjadi 5 kajian, yaitu


a.Penerapan Geografi pada Kajian Litosfer
Penerapan geografi pada kajian litosfer berkaitan dengan batuan,lahan,atau tanah. Contoh penerapannya antara lain.
1.Pemantauan kondisi kesuburan tanah pada suatu pertanian.
2.Pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi.
3.Kajian tata guna lahan untuk kegiatan pertanan.
4.Pemanfaatan sumber daya alam tambang.
5.Pemantauan pergerakan lempeng bumi

b. Penerapan  Geografi Pada Kajian Atmosfer.
Penerapan geografi pada kajian litosfer berkaitan dengan cuaca dan iklim, Contohnya sebagai berikut.
1.Pemetaan arah angin
2.Pemantauan pembentukan badai.
3.Prakiraan kondisi cuaca yang bermanfaat untuk bidang pertanian dan transportasi.
4.Pemanfaatan angin untuk sember energi yang tidak akan habis.
5.Pemanfaatan angin untuk pelayaran yang akan membantu nelayan.

c.Penerapan Geografi pada Kajian Hidrosfer.
Penerapan geografi pada kajian hidrosfer berkaitan dengan perariran. Contoh penerapannya antara lain.
1.Pemantauan dan pemanfaatan kawasan pantai,sungai,maupun danau sebagai kegiatan pariwisata.
2.Kajian morfometri daerah aliran sungai (DAS).
3.Pemanfaatan geyser untuk sumber energi terbarukan.
4.Kajian mengenai sungai,danau,maupun laut sebagai kegiatan transportasi dan sumber energi

d.Penerapan Geografi pada Kajian Biosfer.
Penerapan geografi pada kajian biosfer berkaitan dengan sumber daya flora dan fauna. Contoh penerapannya sebagai berikut.
1.Pengkajian ekosistem flora dan fauna yang bertujuan untuk kegiatan ekowisata.
2.Pemanfataan padang rumput untuk kegiatan sektor peternakan.
3.Pemanfaatan hutan bakau untuk mencegah abrasi.

e.Penerapan Geografi pada Kajian Antroposfer.
Penerapan geografi pada kajian antroposfer berkaitan dengan kependudukan,sosial,ekonomi,dan budaya. Contoh pemanfaatannya sebagai berikut.
1.Pemetaan sumber daya manusia.
2.Pemantauan penduduk usia produktif yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi.
3.Pemetaan persebaran penduduk untuk melakukan perencanaan pembangunan/
4.Penghitungan angka kelahiran,kematian,dan migrasi penduduk.

Pengertian Konsep Esensial Geografi dan Terapannya

Menuruf Fred L. Whipple, seorang pakar astronomi Amerika Serikat, konsep dasar dalam ilmu geofrafi meliputi Bumi sebagai planet, variasi cara hidup dan karakteristik wilayah, pentingnya wilayah bagi mansuia, serta pentingnya lokasi untuk memahami suatu peristiwa.
Konsep essensial geofrafi terbentuk berdasarkan pola abstrak yang berkaitan dengan gejala konkret geografi. Berikut ini  adalah sepuluh konsep esensial geofrafi yang digunakan untuk mengkaji berbagai fenomena geosfer, yaitu sebagai berikut.




a.Konsep Lokasi
Konsep esensial lokasi adalah konsep yang berkaitan dengan letak objek di permukaan Bumi. Konsep lokasi dibagi menjadi dua yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif.

1.Lokasi absolut : lokasi yang bersifat tetap meskipun kondisi tempat di sekitarnya berubah dan ditentukan berdasarkan garis lintang dan garis bujur, contohnya Indonesia terletak di antara 60 LU - 110 LS dan 950 BT - 1410 BT
2.Lokasi relatif    : lokasi yang dapat berubah-ubah sesuai kondisi daerah sekitarnya. Lokasi relatif suatu tempat dapat dilihat dari tempat lain di sekitarnya. contohnya Indonesia terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia.

b.Konsep Jarak
Konsep jarak merupakan jarak antara tempat dengan tempat lain. Konsep jarak dibagi menjadi dua yaitu jarak absolut dan jarak relatif.

1.Jarak absolut, yaitu jarak antarwilayah yang diukur dengan satuan panjang. Contohnya jarak antara Banyuwangi dan Jember yaitu 107 KM.
2.Jarak relatif, yaitu jarak antarwilayah yang mempertimbangkan rute, waktu, atau biaya. Contohnya jarak antara Jakarta-Bandung dapat ditempuh dalam waktu 2 jam menggunakan Bus.

c.Konsep Keterjangkauan
Konsep ini mengkaji keterkaitan jarak dan karakteristik wilayah. Kajian mengenai keterjangkauan untuk mencapai suatu tempat dikaji menggunakan konsep Keterjangkauan/ aksesibilitas. Apabila terdapat jarak yang dekat antara suatu tempat dengan tempat lainnya tetapi kondisi jalannya rusak parah, maka aksesibilitas antartempat tersebut rendah meskipun jarak keduanya dekat.

d.Konsep Pola
Konsep pola mengkaji tentang keruangan objek di permukaan Bumi. Kegiatan manusia dalam memanfaatkan alam membentuk pola-pola tertentu. Seperti contoh pemukiman penduduk di daerah pesisir berpola memanjang mengikuti garis pantai.

e.Konsep Morfologi
Konsep morfologi mengkaji bentuk-bentuk permukaan bumi. Bentuk-bentuk permukaan Bumi dihasilkan oleh tenaga dari dalam dan luar permukaan Bumi, misalnya bentuk lahandi hilir sungai membentuk kipas aluvial akibat proses sedimentasi.

f.Konsep Aglomerasi.

Konsep Aglomerasi mengkaji tentang pemusatan atau pengelompokan suatu fenomena di permukaan Bumu, Misalnya pemusatan kawasan perumahan di suatu kota yang bersifat terpadu atau pemusatan kawasan industri di suatu wilayah yang bersifat terpadu.

g.Konsep Nilai Guna
Konsep Nilai guna mengkaji kegunaan suatu wilayah berdasarkan potensi yang dimilikinya. Karakteristik penduduk suatu wilayah dapat menentukan nilai guna suatu wilayah, misalnya penduduk di kawasan pantai mengelola kawasan tersebut menjadi tempat pariwisata.

h.Konsep Diferensiasi Area
Konsep diferensiasi area berkaitan dengan perbedaan karakteristik antarwilayah. Perbedaan karakteristik bermacam-macam, yaitu dapat berupa bentang alam, karakteistik pembangunan, perekonomian, atau kependudukan. Setiap wilayah terbentuk karena adanya interaksi berbagai unsur dan fenomena sehingga memiliki corak yang berbeda.

i. Konsep Keterkaitan Keruangan.
Konsep keterkaitan keruangan mengkaji tentang derajat saling membutuhkan antara suatu wilayah dengan wilayah lainnya.Keterkaitan keruangan menyangkut berbagai fenomena geosfer seperti fenomena alam, biotik, dan sosial. Misalnya perbedaan potensi mendukung keterkaitan dalam memenuhi kebutuhan penduduk.

j. Konsep Interaksi dan Interdependensi
Konsep Interaksi dan Interdependensi mengkaji tentang Interaksi antarwilayah yang terjadi karena perbedaan karakteristik. Interaksi dapat berupa pertukaran aliran manusia, barang, budaya. Interdepedensi berarti saling ketergantungan suatu wilaah dengan wilayah lain, seperti contoh wilayah perdesaan membutuhkan barang jadi yang diproduksi di daerah perkotaan, begitu juga daerah perkotaan membutuhkan sumber makanan yang berasal dari daerah perdesaan.


Pengertian, Jenis-Jenis, dan Penerapan Prinsip Geografi

Prinsip Geografi adalah gejala dan fakta yang tersebar di seluruh permukaan bumi secara tidak rata, hewan, tumbuhan, alam, dan manusia. Prinsip geografi harus digunakan untuk memahami karakteristik serta kaitannya dan mempelajari fenomena geosfer dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip-prinsip tersebut menjadi dasar pengkajian dan pengungkapan gejala dan masalah geografi. Secara teori prinsip-prinsip geografi dibagai menjadi empat, yaitu sebagai berikut.


a.Prinsip Penyebaran 
Prinsip penyebaran adalah prinsip yang berkaitan dengan penyebaran gejala geosfer di permukaan bumi. Gejala alam dibagi menjadi dua yaitu gejala alam dan gejala sosial. Persebaran bentang alam di permukaan bumi tidak merata dan membuat setiap daerah berbeda dengan daerah lainnya. Contohnya kepadatan penduduk di Jakarta berbeda dengan kepadatan penduduk di Banjarmasin. Sebagai contoh lagi di aspek fisik yaitu setiap tanah di Indonesia tidak bisa digunakan untuk menanam padi. Kondisi tersebut disebabkan oleh jenis-jenis tanah yang mendukung pertumbuhan padi tidak merata di Indonesia.

b. Prinsip Interelasi
Prinsip Interelasi berarti mempunyai hubungan atau keterkaitan antarfenomena geosfer. Keterkaitan tersebut bisa terjadi pada gejala, fakta, atau peristiwa di suatu lokasi yang berbeda .Contoh keterkaitan antarfenomena geosfer yaitu lahan di kawasan gunung api yang telah meletus sering dimanfaatkan menjadi lahan pertanian karena memiliki tanah yang bersifat subur.Masyarakat yang tinggal di pesisir pantai bekerja sebagai nelayan.

c. Prinsip Deskripsi 
Prinsip Deskripsi berarti uraian atau penggambaran fenomena geosfer yang dideskripsikan melalui tulisan,diagram,grafik,tabel,gambar,dan peta. Setiap kajian tentang berbagai gejala geosfer perlu dijelaskan secara rinci berdasarkan fakta dan data.

d.Prinsip Korologi
Korologi merupakan ilmu tentang wilayah-wilayah di permukaan Bumi. Prinsip korologi adalah suatu prinsip yang menganalisa suatu wilayah atau daerah berdasarkan dari ketiga prinsip sebelumnya, yaitu penyebaran, interelasi, dan deskripsi sehingga suatu wilayah akan memiliki ciri khas tersendiri.Sebagai contoh penyebaran batas lempeng Bumi di sebelah selatan pulau jawa menyebabkan potensi gempa di zona tumbukan lempeng. Zona tumbukan lempeng mengakibatkan adanya aktivitas vulkanisme. Material hasil aktivitas vulkanisme akan berpotensi meningkatkan kesuburan tanah.

Ruang Lingkup, Objek Studi,dan Ilmu Penunjang Geografi

Objek yang dipelajari dalam beografi sengatlah luas. Objek kajian geografi dibedakan menjadi dua, yaitu objek material dan objek formal.


a.Objek Material
Objek material geografi adalah kajian geografi yang meliputi berbagai fenomena fisik dan sosial di permukaan Bumi. Fenemone tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut.

  • Biosfer, (Lapisan Tempat Makhluk Hidup) mempelajari tentang tempat tinggal makhluk hidup dan seluruh ruang hidup organisme yang terdiri atas hewan, tumbuhan, dan manusia. Fenomena ini dikaji melalui ilmu biologi dan zoologi
  • Atmosfer (Lapisan Udara) mempelajari tentang lapisan udara yang melingkupi bumi. Ilmu yang mempelajari hal ini adalah meteorologi dan klimatologi.
  • Litosfer (Lapisan Keras), mempelajari lapisan luar/batuan di bumi. 
  • Hidrosfer (Lapisan air) mengkaji lapisan air yang meliputi perairan darat dan laut. Ilmu yang mempelajari hal tersebut adalah hidrologi
  • Antroposfer (Lapisan Manusia) Mengkaji permasalahan kehidupan manusia. Ilmu yang mengkaji fenomena tersebut yaitu antropologi
Geografi mempelajari fenomena geosfer yang bersifat fisik dan sosial. Ruang lingkup geografi yang luas menunjukkan geografi membutuhkan disiplin berbagai ilmu yang mengkaji bidang studinya. Ilmu Penunjugang geografi Secara Umum sebagai berikut.

  • Ilmu-ilmu alam (eksak) seperti kimia, biologi, dan fisika
  • Ilmu-ilmu sosial seperti ekonomi, sejarah, dan sosiologi
  • Ilmu-ilmu teknik seperti kartografi, matematika, dan penginderaan jauh.
  • Ilmu seni, seni rupa yang digunakan dalam pemetaan.
B.Objek Formal
Objek formal adalah sudut pandang terhadap objek material, misalnya terdapat fenomena geosfer berupa perubahan penggunaan lahan pertanian/sawah menjadi lahan pemukiman. Fenomena tersebut dapat menimbulkan berbagai masalah kehidupan seperti bergesernya fungsi ekologis, menurunnya produktivitas pertanian, dan pencemaran lingkungan. Dalam geografi, masalah tersebut membutuhkan solusi yang dapat diselesaikan menggunakan kajian objek formal.
Metode yang digunakan dalam mengkaji suatu masalah geosfer meliputi sudut pandang yang dilihat dari segi keruangan, kelingkungan, dan kompleks wilayah. Perkembangan wilayah berdasarkan kurun waktu tertentu juga menjadi pertimbangan dalam memecahkan masalah.Tema paling mendasar dalam kajian objek formal adalah region/wilayah. Dengan demikian, kajian objek formal memiliki sudut pandang berdasarkan kesatuan daerah yang menunjukkan karakteristik tertentu atau perbedaan antarwilayah.

Pengertian Geografi dan Definisi Geografi Menurut Para Ahli Geografi

Geografi adalah ilmu yang mempelajari segala fenomena yang ada di permukaan bumi, seperti, penduduk, flora, fauna, batuan, air, iklim, dan interaksi antara fenomena-fenomena tersebut.

 Dengan kata lain, geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala di permukaan bumi secara keseluruhan dalam lingkup interaksi dan keruangan.

Geografi sering disebut sebagai ilmu bumi, istilah geografi berasal dari bahasa yunani yaitu geo yang berarti bumi dan graphein yang berarti menulis  atau tulisan yang berarti tulisan/gambaran tentang bumi.

Akan tetapi di dalam geografi tidak hanya mempelajari tentang berbagai hal yang ada di permukaan bumi, tetapi juga benda- benda di ruang angkasa.


Beberapa definisi geografi menurut para ahli geografi sebagai berikut.

Preston E. James 
Menurut Preston E. James yaitu geografi dapat dianggap sebagai induk ilmu pengetahuan dikarenakan banyak bidang ilmu pengetahuan yang diawali dengan observasi/pengamatan permukaan bumi yang kemudian berkembang menjadi penelitian proses yang spesifik pada tempat terjadinya.

Fred K. Schaefer 
Menurut Fred K. Schaefer Geografi harus dimaknai sebagai ilmu yang berkaitan dengan perumusan hukum-hukum yang mengatur distribusi keruangan unsur-unsur tertentu di muka bumi.

Profesor Bintarto
Menurut Profesor Bintarto geografi adalah ilmu yang mempelajari hubungan sebab akibat mengenai gejala-gejala yang terdapat  di muka bumi baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut makhluk hidup serta permasalahannya, melalui pendekatan keruangan, ekologikal, dan regional untuk kepentingan program, proses, serta keberhasilan pembangunan.

Richard Hartshone 
Menurut Richard Hartstone geografi berkepentingan menyajikan deskripsi yang akurat, teratur, dan rasional serta interpretasi dari berbagai karakter permukaan bumi.

Yi-Fu Tuan
Menuruf Yi-Fu Tuan geografi adalah kajian tentang bumi sebagai tempat tinggal manusia.

Hasil Seminar dan lokakarya Ikatan Geografi Indonesia (IGI)  yang diadakan di semarang tahun 1988 menyatakan bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan

Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenis-Jenis Archaebacteria

Archaebacteria adalah bakteri yang memeiliki dinding sel yang tidak mengandung peptidoglikan. Archaebacteria memiliki RNA dan protein penyusun ribosom yang berbeda dengan bakteri pada umumnya, dan lebih mirip dengan RNA dan protein pada sel eukariot. Kebanyakan Archaebacteria hidup di habitat yang ekstrem, misalnya di kawah, lumpur, mata air panas dan air laut yang terlalu asin.


Ciri-ciri Archaebacteria


  • Memiliki dinding sel yang terdiri dari polisakarida dan protein
  • Merupakah organisasi unuseluler prokariotik
  • Reproduksi dengan pembelahan, fragmentasi, dan tunas
  • Tinggal di lingkungan yang ekstrem
  • Asam nukleat Archaebacteria berupa RNA

Berdasarkan habitatnya yang ekstrem.  Archaebacteria dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu sebagai berikut.

1. Bakteri Metanogen
Bakteri metanogen adalah bakteri penghasil metana (CH4) dengan cara mereduksi CO2 dengan H2. Bakteri metanogen termasuk bakteri anaerob yang tidak toleran terhadap oksigen, dan akan teracuni bila ada oksigen. Sebagian besar bakteri ini hidup di lumpur atau di rawa-rawa yang jarang/miskin oksigen. Gas metana yang dihasilkan keluar sebagai gelembung yang disebut gas rawa. Selain itu, ada juga yang hidup di dalam saluran pencernaan hewan selulosa, seperti sapi, dan kambing. Species bakteri metanogen saat ini digunakan sebagai strain bakteri untuk pemuatan biogas dari kotoran hewan. Bakteri Metanogen antara lain Methanomonas dan Lachnospira multipara.

2.Bakteri Halofil
Bakteri halofil adalah bakteri yang hidup di lingkungan dengan kadar garam tinggi. Berasal dari bahasa Yunani, halo yang berarti garam dan philos yang berarti pecinta. Kondisi yang tepat untuk pertumbuhan bakteri ini berkadar garam sekitar 20%, namun ada juga bakteri halofil yang hidup pada lingkungan dengan kadar berkali-kali keasinan air laut. Bakteri ini hidup berkoloni/berkelompok . Contoh bakteri halofil antara lain Halobacterium

3.Bakteri Termofil atau Termoasidofil
Bakteri termofil adalah bakteri yang hidup pada lingkungan bersuhu panas. Berasal dari bahasa Yunani , therm yang berarti panas dan philos yang berarti pecinta. Lingkungan yang bersuhu panas bersifat asam karena mengandung sulfur.Kondisi yang tepat untuk pertumbuhan bakteri ini sekitar 60C sampai 80C dengan pH sekitar 2-4. Contoh bakteri termofil adalah Sulfolobus. Sulfolobus hidup di mata air panas sulfir di Yellowstone National Park. Bakteri Sulfolobus memperoleh energi dengan cara mengoksidasi sulfur

Peranan Biologi di Bidang Kedokteran, Farmasi, Teknologi Pangan, Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Lingkungan Hidup

Penelitidan dan penemuan dalam bidang biologi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Perkembangan biologi saat ini telah ikut serta menyumbang berbagai usaha menyejahterakan kehidupan manusia dalam berbagai bidang, Penyalahgunaan biologi untuk tujuan kejahatan sangatlah dilarang,misalnya virus atau bakteri yang digunakan untuk membuat senjata biologi, antara lain peranan biologi dalam berbagai bidang sebagai berikut.



1.Bidang kedokteran

  • Ditemukannya obat-obatan yang menyembuhkan penyakit manusia
  • Ditemukannya metode keluarga berencana (KB)
  • Adanya penemuan vaksin yang bisa mencegah terserangnya penyakit
  • Adanya terapi gen yang merupakan pengobatan penyakit dengan cara mengganti dan memperbaiki gen yang cacat.
2.Bidang farmasi

  • Pembuatan vitamin sintetik
  • Pembuatan hormon insulin buatan
  • Ditemukannya obat-obatan tradisional (jamu) dan modern
  • Pembuatan vaksin pencegah penyakit
3.Bidang teknologi pangan

  • Pembuatan keju yang menggunakan bakteri Lactobactillus Bulgaricus
  • Pembuatan nata de coco yang menggunakan bakteri Acetobacter Xylinum
  • Pembuatan kecap, tapai, tempe dan oncom
  • ditemukannya teknologi untuk mengawetkan makanan
4.Bidang Pertanian
  • Para petani mampu menerapkan cara pembudidayaan yang tepat dan pengolahan hasil
  • Membuat manusia dapat menetapkan waktu bercocok tanam yang tetap yang disesuaikan dengan iklim dan menanggulangi serangan hama
  • Menemukan penyebab dan bisa mengobati berbagai penyakit tanaman
  • Ditemukannya pewarisan sifat dan gen sehingga bisa digunakan untuk menghasilkan tanaman yang lebih baik
5.Bidang Peternakan
  • Bisa menghasikan bibit unggul dari hasil penyilangan
  • Ditemukannya obat untuk mengobati berbagai macam penyakit hewan
  • Ditemukannya kawin/insemnisasi buatan dan kawin suntik yang bisa menghasilkan bibit unggul
  • Ditemukannya kloning untuk hewan contohnya ayam petelur yang tidak memerlukan pejantan
6. Bidang Perikanan
  • Bisa mengetahui ikan laut yang memiliki nilai gizi tinggi
  • Adanya pemilihan umpan yang tepat untuk memudahkan nelayan
  • Adanya teknik pemijahan yaitu teknik perkawian ikan yang mengakibatkan spermatozoa dan sel telur ikan mudah bertemu 
  • Adanya budidaya udang windu dan kerang penghasil mutiara
7.Bidang Lingkungan
  • Pengelolaan limbah menggunakan mikroorganisme
  • kotoran hewan bisa dimanfaatkan untuk pembuatan biogas
  • Adanya kompos yang bisa memperbaiki kandungan tanah dan mutu lingkungan
  • Menguraikan tumpahan minyak di laut dan plastik menggunakan bakteri 


Artikel Lainnya

Artikel Lainnya