Pengertian Tindakan Sosial dan Jenis-Jenis Tindakan Sosial Menurut Max Weber Beserta Contohnya

Manusia sebagai makhluk sosial pasti melakukan suatu tindakan, tindakan apa pun yang kita lakukan bisa jadi memengaruhi atau dipengaruhi oleh orang di sekitar kita.Pengaruh itu bisa berasal dari keluarga ataupun masyarakat yang lebih luas. Tindakan sosial menurut Max Weber adalah suatu tindakan individu selama tindakan tersebut memiliki makna yang bersifat subjektif untuk dirinya dan diarahkan kepada tindakan orang lain. Tindakn sosial dibedakan menjadi empat jenis sebagai berikut.


Tindakan Sosial Instrumental
Tindakan ini bersifat rasional (masuk akal), Tindakan sosial intrumental merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seseorang ataupun kelompok yang berdasarkan atas pertimbangan dan juga dilakukan secara sadar untuk mencapai suatu tujuan. Contohnya : Budi adalah seorang siswa yang sering datang ke sekolah terlambat karena bangun kesiangan, Budi suka menonton TV sampai larut malam, karena Budi kapok diberi hukuman oleh ibu guru, maka Budi memutuskan untuk tidak menonton TV sampai malam dan datang tidak terlambat datang ke sekolah.

Tindakan Sosial Berorientasi Nilai
Tindakan sosial ini dilakukan oleh orang karena tindakan tersebut dinilai baik dan benar oleh masyarakat. Tindakan ini mendahulukan nilai sosial maupun agama yang ia miliki, sedangkan tujuan tindakan tidak terlalu diperhitungkan. Contohnya : Bagus melihat pengemis yang berada di pinggir jalan, karena kasihan bagus memberikan sejumlah uang kepada pengemis tersebut, ia memberikan uangnya menggunakan tangan kanan. Tindakan itu di lakukan karena masyarakat memandang bahwa tangan kanan lebih sopan daripada menggunakan tangan kiri.

Tindakan Sosial Tradisional
Tindakan sosial ini dilakukan karena kebiasaan yang berlaku selama ini dalam masyarakat yang disebabakan karena kebiasaan yang dimiliki nenek moyang. Tindakan ini cenderung dilakukan tanpa suatu rencana untuk tujuan maupun caranya, karena tindakan ini pada dasarnya mengulang dari yang sudah dilakukan sebelumnya. Contohnya : Setiap berangkat sekolah dan pulang sekolah Shinta selalu mencium tangan orang tuanya.

Tindakan Afektif 
Tindakan ini tergolong tindakan tindakan irasional karena sebagian besar tindakan ini didorong oleh perasaan ataupun emosi tanpa perhitungan yang matang. Perasaan cinta,gembira, marah atau sedih muncul begitu saja sebagai ungkapun langsung terhadap keadaan tertentu. Itulah mengapa tindakan sosial ini lebih berupa reaksi spontan. Contohnya : Seorang Ibu yang langsung menjiwit anaknya yang sedang berprilaku tidak baik

Pengertian Interaksi Sosial dan Faktor Pendorong Terjadinya Interaksi Sosial

Interaksi sosial merupakan bentuk pelaksanaan kedudukan manusia sebagai makhluk sosial. Artinyaa, sebagai makhluk sosial manusia membutuhkan interaksi dengan manusia lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Terjadinya interaksi sosial didorong oleh beberapa faktor, apa saja faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial tersebut ?.

Ada 6 faktor yang dapat mendorong terjadinya interaksi sosial, yaitu sebagai berikut.

Interaksi sosial

1.Imitasi
Imitasi adalah proses peniruan sikap, tindakan, tingkah laku, atau penampilan fisik seseorang. Imitasi bisa berdampak baik maupun buruk, apabila hal yang ditiru adalah tindakan yang baik dimasyarakat. Sebaliknya, imitasi menjadi hal yang buruk apabila hal yang ditiru adalah hal yang berbau negatif. Contoh terjadinya imitasi adalah seorang anak yang meniru kebiasaan  penyanyi idolanya yang suka berkata kasar, atau anak yang meniru perilaku orang tuanya.

2.Sugesti
Sugesti adalah pemberian pengaruh atau pandangan dari satu pihak ke pihak lain yang mengakibatkan pihak yang dipengaruhi akan tergerak untuk mengikuti pandangan itu dan menerimanya tanpa pikir panjang. Wujud dari sugesti bisa berupa sikap, perbuatan, dan perkataan. Sugesti bisa juga berwujud benda mati seperti gambar dan tulisan. Contoh terjadinya sugesti adalah seorang anak yang suka menghaburkan uang dengan membeli banyak jajanan, orang tuanya memberikan pandangan bahwa dia harus menabung sebagian uangnya untuk kepentingan kelak.

3.Identifikasi
Identifikasi adalah kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain.Orang lain yang menjadi sasaran identifikasi disebut  idola yang berarti sosok yang dipuji. Identifikasi merupakan bentuk lanjut dari proses imitasi dan sugesti yang pengaruhnya terlalu kuat. Contoh terjadinya identifikasi adalah seorang remaja yang mengidentifikasikan diriyna dengan seorang penyanyi terkenal yang dia kagumi, dia berusaha mengubah penampilan dirinya agar sama dengan penyanyi idolanya, mulai dari model rambut, pakaian, gaya,bicara, bahkan sampai hal-hal yang disukainya.

4.Simpati
Simpati adalah suatu prosesketertaikan seseorang dengan orang lain baik karena penanpilan,sikap,wibawa, atau tindakannya. Rasa tertarik ini didasari oleh keinginan untuk mengerti pihak lain demi mamahami perasannya atau pun bekerja sama dengannya.Contoh terjadinya simpati adalah disaat kita melihat korban bencana alam, kita merasa kasihan dengan mereka.

5.Empati
Empati mirip dengan perasaan simpati, namun empati tidak semata-mata merupakan perasaan kejiwaan saja. Empati dibarenga perasaan organisme tubuh yang sangat dalam. Contohnya apabila seorang teman dekat kita yang orang tuanya menginggal dunia. Kita sama-sama merasa kehilangan dan seolah-olah orang tua kita sendiri yang meninggal.

6.Motivasi
Motivasi adalah rangsangan atau pengaruh yang dapat diberikan oleh seorang individu kepada invididu lain, seorang individu kepada kelompok, atau kelompok pada kelompok lain. Motivasi hampir mirip dengan sugesti hanya saja motivasi mampu mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu bersama dengan sikap kritis, rasional, dan akal sehatnya. Berbeda dengan sugesti, perilaku orang yang mnerima sugesti menjadi kurang rasional.Motivasi dapat berupa sikap,perilaku,saran,atau pertanyaan. Contoh terjadinya Motivasi adalah sekumpulan pelajar yang mengikuti seminar di sekolah, guru pada seminar tersebut berkata agar mereka terus rajin dan mendapat nilai yang baik dengan terus belajar, para pelajar tersebut merasa bahwa apa yang dikatakan oleh guru mereka itu benar.

Peran dan Penerapan Geografi Dalam Kehidupan Pada Kajian Litosfer, Atmosfer, Hidrosfer, Biosfer, dan Antroposfer.



Geografi sangat berperan penting bagi kehidupan sehari-hari kita , Untuk lebih jelasnya penerapan ilmu geografi dibagi menjadi 5 kajian, yaitu

a.Penerapan Geografi pada Kajian Litosfer
Penerapan geografi pada kajian litosfer berkaitan dengan batuan,lahan,atau tanah. Contoh penerapannya antara lain.
1.Pemantauan kondisi kesuburan tanah pada suatu pertanian.
2.Pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi.
3.Kajian tata guna lahan untuk kegiatan pertanan.
4.Pemanfaatan sumber daya alam tambang.
5.Pemantauan pergerakan lempeng bumi

b. Penerapan  Geografi Pada Kajian Atmosfer.
Penerapan geografi pada kajian litosfer berkaitan dengan cuaca dan iklim, Contohnya sebagai berikut.
1.Pemetaan arah angin
2.Pemantauan pembentukan badai.
3.Prakiraan kondisi cuaca yang bermanfaat untuk bidang pertanian dan transportasi.
4.Pemanfaatan angin untuk sember energi yang tidak akan habis.
5.Pemanfaatan angin untuk pelayaran yang akan membantu nelayan.

c.Penerapan Geografi pada Kajian Hidrosfer.
Penerapan geografi pada kajian hidrosfer berkaitan dengan perariran. Contoh penerapannya antara lain.
1.Pemantauan dan pemanfaatan kawasan pantai,sungai,maupun danau sebagai kegiatan pariwisata.
2.Kajian morfometri daerah aliran sungai (DAS).
3.Pemanfaatan geyser untuk sumber energi terbarukan.
4.Kajian mengenai sungai,danau,maupun laut sebagai kegiatan transportasi dan sumber energi

d.Penerapan Geografi pada Kajian Biosfer.
Penerapan geografi pada kajian biosfer berkaitan dengan sumber daya flora dan fauna. Contoh penerapannya sebagai berikut.
1.Pengkajian ekosistem flora dan fauna yang bertujuan untuk kegiatan ekowisata.
2.Pemanfataan padang rumput untuk kegiatan sektor peternakan.
3.Pemanfaatan hutan bakau untuk mencegah abrasi.

e.Penerapan Geografi pada Kajian Antroposfer.
Penerapan geografi pada kajian antroposfer berkaitan dengan kependudukan,sosial,ekonomi,dan budaya. Contoh pemanfaatannya sebagai berikut.
1.Pemetaan sumber daya manusia.
2.Pemantauan penduduk usia produktif yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi.
3.Pemetaan persebaran penduduk untuk melakukan perencanaan pembangunan/
4.Penghitungan angka kelahiran,kematian,dan migrasi penduduk.

Pengertian Konsep Esensial Geografi dan Terapannya

Menuruf Fred L. Whipple, seorang pakar astronomi Amerika Serikat, konsep dasar dalam ilmu geofrafi meliputi Bumi sebagai planet, variasi cara hidup dan karakteristik wilayah, pentingnya wilayah bagi mansuia, serta pentingnya lokasi untuk memahami suatu peristiwa.
Konsep essensial geofrafi terbentuk berdasarkan pola abstrak yang berkaitan dengan gejala konkret geografi. Berikut ini  adalah sepuluh konsep esensial geofrafi yang digunakan untuk mengkaji berbagai fenomena geosfer, yaitu sebagai berikut.




a.Konsep Lokasi
Konsep esensial lokasi adalah konsep yang berkaitan dengan letak objek di permukaan Bumi. Konsep lokasi dibagi menjadi dua yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif.

1.Lokasi absolut : lokasi yang bersifat tetap meskipun kondisi tempat di sekitarnya berubah dan ditentukan berdasarkan garis lintang dan garis bujur, contohnya Indonesia terletak di antara 60 LU - 110 LS dan 950 BT - 1410 BT
2.Lokasi relatif    : lokasi yang dapat berubah-ubah sesuai kondisi daerah sekitarnya. Lokasi relatif suatu tempat dapat dilihat dari tempat lain di sekitarnya. contohnya Indonesia terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia.

b.Konsep Jarak
Konsep jarak merupakan jarak antara tempat dengan tempat lain. Konsep jarak dibagi menjadi dua yaitu jarak absolut dan jarak relatif.

1.Jarak absolut, yaitu jarak antarwilayah yang diukur dengan satuan panjang. Contohnya jarak antara Banyuwangi dan Jember yaitu 107 KM.
2.Jarak relatif, yaitu jarak antarwilayah yang mempertimbangkan rute, waktu, atau biaya. Contohnya jarak antara Jakarta-Bandung dapat ditempuh dalam waktu 2 jam menggunakan Bus.

c.Konsep Keterjangkauan
Konsep ini mengkaji keterkaitan jarak dan karakteristik wilayah. Kajian mengenai keterjangkauan untuk mencapai suatu tempat dikaji menggunakan konsep Keterjangkauan/ aksesibilitas. Apabila terdapat jarak yang dekat antara suatu tempat dengan tempat lainnya tetapi kondisi jalannya rusak parah, maka aksesibilitas antartempat tersebut rendah meskipun jarak keduanya dekat.

d.Konsep Pola
Konsep pola mengkaji tentang keruangan objek di permukaan Bumi. Kegiatan manusia dalam memanfaatkan alam membentuk pola-pola tertentu. Seperti contoh pemukiman penduduk di daerah pesisir berpola memanjang mengikuti garis pantai.

e.Konsep Morfologi
Konsep morfologi mengkaji bentuk-bentuk permukaan bumi. Bentuk-bentuk permukaan Bumi dihasilkan oleh tenaga dari dalam dan luar permukaan Bumi, misalnya bentuk lahandi hilir sungai membentuk kipas aluvial akibat proses sedimentasi.

f.Konsep Aglomerasi.

Konsep Aglomerasi mengkaji tentang pemusatan atau pengelompokan suatu fenomena di permukaan Bumu, Misalnya pemusatan kawasan perumahan di suatu kota yang bersifat terpadu atau pemusatan kawasan industri di suatu wilayah yang bersifat terpadu.

g.Konsep Nilai Guna
Konsep Nilai guna mengkaji kegunaan suatu wilayah berdasarkan potensi yang dimilikinya. Karakteristik penduduk suatu wilayah dapat menentukan nilai guna suatu wilayah, misalnya penduduk di kawasan pantai mengelola kawasan tersebut menjadi tempat pariwisata.

h.Konsep Diferensiasi Area
Konsep diferensiasi area berkaitan dengan perbedaan karakteristik antarwilayah. Perbedaan karakteristik bermacam-macam, yaitu dapat berupa bentang alam, karakteistik pembangunan, perekonomian, atau kependudukan. Setiap wilayah terbentuk karena adanya interaksi berbagai unsur dan fenomena sehingga memiliki corak yang berbeda.

i. Konsep Keterkaitan Keruangan.
Konsep keterkaitan keruangan mengkaji tentang derajat saling membutuhkan antara suatu wilayah dengan wilayah lainnya.Keterkaitan keruangan menyangkut berbagai fenomena geosfer seperti fenomena alam, biotik, dan sosial. Misalnya perbedaan potensi mendukung keterkaitan dalam memenuhi kebutuhan penduduk.

j. Konsep Interaksi dan Interdependensi
Konsep Interaksi dan Interdependensi mengkaji tentang Interaksi antarwilayah yang terjadi karena perbedaan karakteristik. Interaksi dapat berupa pertukaran aliran manusia, barang, budaya. Interdepedensi berarti saling ketergantungan suatu wilaah dengan wilayah lain, seperti contoh wilayah perdesaan membutuhkan barang jadi yang diproduksi di daerah perkotaan, begitu juga daerah perkotaan membutuhkan sumber makanan yang berasal dari daerah perdesaan.


Pengertian, Jenis-Jenis, dan Penerapan Prinsip Geografi

Prinsip Geografi adalah gejala dan fakta yang tersebar di seluruh permukaan bumi secara tidak rata, hewan, tumbuhan, alam, dan manusia. Prinsip geografi harus digunakan untuk memahami karakteristik serta kaitannya dan mempelajari fenomena geosfer dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip-prinsip tersebut menjadi dasar pengkajian dan pengungkapan gejala dan masalah geografi. Secara teori prinsip-prinsip geografi dibagai menjadi empat, yaitu sebagai berikut.


a.Prinsip Penyebaran 
Prinsip penyebaran adalah prinsip yang berkaitan dengan penyebaran gejala geosfer di permukaan bumi. Gejala alam dibagi menjadi dua yaitu gejala alam dan gejala sosial. Persebaran bentang alam di permukaan bumi tidak merata dan membuat setiap daerah berbeda dengan daerah lainnya. Contohnya kepadatan penduduk di Jakarta berbeda dengan kepadatan penduduk di Banjarmasin. Sebagai contoh lagi di aspek fisik yaitu setiap tanah di Indonesia tidak bisa digunakan untuk menanam padi. Kondisi tersebut disebabkan oleh jenis-jenis tanah yang mendukung pertumbuhan padi tidak merata di Indonesia.

b. Prinsip Interelasi
Prinsip Interelasi berarti mempunyai hubungan atau keterkaitan antarfenomena geosfer. Keterkaitan tersebut bisa terjadi pada gejala, fakta, atau peristiwa di suatu lokasi yang berbeda .Contoh keterkaitan antarfenomena geosfer yaitu lahan di kawasan gunung api yang telah meletus sering dimanfaatkan menjadi lahan pertanian karena memiliki tanah yang bersifat subur.Masyarakat yang tinggal di pesisir pantai bekerja sebagai nelayan.

c. Prinsip Deskripsi 
Prinsip Deskripsi berarti uraian atau penggambaran fenomena geosfer yang dideskripsikan melalui tulisan,diagram,grafik,tabel,gambar,dan peta. Setiap kajian tentang berbagai gejala geosfer perlu dijelaskan secara rinci berdasarkan fakta dan data.

d.Prinsip Korologi
Korologi merupakan ilmu tentang wilayah-wilayah di permukaan Bumi. Prinsip korologi adalah suatu prinsip yang menganalisa suatu wilayah atau daerah berdasarkan dari ketiga prinsip sebelumnya, yaitu penyebaran, interelasi, dan deskripsi sehingga suatu wilayah akan memiliki ciri khas tersendiri.Sebagai contoh penyebaran batas lempeng Bumi di sebelah selatan pulau jawa menyebabkan potensi gempa di zona tumbukan lempeng. Zona tumbukan lempeng mengakibatkan adanya aktivitas vulkanisme. Material hasil aktivitas vulkanisme akan berpotensi meningkatkan kesuburan tanah.

Ruang Lingkup, Objek Studi,dan Ilmu Penunjang Geografi

Objek yang dipelajari dalam beografi sengatlah luas. Objek kajian geografi dibedakan menjadi dua, yaitu objek material dan objek formal.


a.Objek Material
Objek material geografi adalah kajian geografi yang meliputi berbagai fenomena fisik dan sosial di permukaan Bumi. Fenemone tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut.

  • Biosfer, (Lapisan Tempat Makhluk Hidup) mempelajari tentang tempat tinggal makhluk hidup dan seluruh ruang hidup organisme yang terdiri atas hewan, tumbuhan, dan manusia. Fenomena ini dikaji melalui ilmu biologi dan zoologi
  • Atmosfer (Lapisan Udara) mempelajari tentang lapisan udara yang melingkupi bumi. Ilmu yang mempelajari hal ini adalah meteorologi dan klimatologi.
  • Litosfer (Lapisan Keras), mempelajari lapisan luar/batuan di bumi. 
  • Hidrosfer (Lapisan air) mengkaji lapisan air yang meliputi perairan darat dan laut. Ilmu yang mempelajari hal tersebut adalah hidrologi
  • Antroposfer (Lapisan Manusia) Mengkaji permasalahan kehidupan manusia. Ilmu yang mengkaji fenomena tersebut yaitu antropologi
Geografi mempelajari fenomena geosfer yang bersifat fisik dan sosial. Ruang lingkup geografi yang luas menunjukkan geografi membutuhkan disiplin berbagai ilmu yang mengkaji bidang studinya. Ilmu Penunjugang geografi Secara Umum sebagai berikut.

  • Ilmu-ilmu alam (eksak) seperti kimia, biologi, dan fisika
  • Ilmu-ilmu sosial seperti ekonomi, sejarah, dan sosiologi
  • Ilmu-ilmu teknik seperti kartografi, matematika, dan penginderaan jauh.
  • Ilmu seni, seni rupa yang digunakan dalam pemetaan.
B.Objek Formal
Objek formal adalah sudut pandang terhadap objek material, misalnya terdapat fenomena geosfer berupa perubahan penggunaan lahan pertanian/sawah menjadi lahan pemukiman. Fenomena tersebut dapat menimbulkan berbagai masalah kehidupan seperti bergesernya fungsi ekologis, menurunnya produktivitas pertanian, dan pencemaran lingkungan. Dalam geografi, masalah tersebut membutuhkan solusi yang dapat diselesaikan menggunakan kajian objek formal.
Metode yang digunakan dalam mengkaji suatu masalah geosfer meliputi sudut pandang yang dilihat dari segi keruangan, kelingkungan, dan kompleks wilayah. Perkembangan wilayah berdasarkan kurun waktu tertentu juga menjadi pertimbangan dalam memecahkan masalah.Tema paling mendasar dalam kajian objek formal adalah region/wilayah. Dengan demikian, kajian objek formal memiliki sudut pandang berdasarkan kesatuan daerah yang menunjukkan karakteristik tertentu atau perbedaan antarwilayah.

Pengertian Geografi dan Definisi Geografi Menurut Para Ahli Geografi

Geografi adalah ilmu yang mempelajari segala fenomena yang ada di permukaan bumi, seperti, penduduk, flora, fauna, batuan, air, iklim, dan interaksi antara fenomena-fenomena tersebut.

 Dengan kata lain, geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala di permukaan bumi secara keseluruhan dalam lingkup interaksi dan keruangan.

Geografi sering disebut sebagai ilmu bumi, istilah geografi berasal dari bahasa yunani yaitu geo yang berarti bumi dan graphein yang berarti menulis  atau tulisan yang berarti tulisan/gambaran tentang bumi.

Akan tetapi di dalam geografi tidak hanya mempelajari tentang berbagai hal yang ada di permukaan bumi, tetapi juga benda- benda di ruang angkasa.


Beberapa definisi geografi menurut para ahli geografi sebagai berikut.

Preston E. James 
Menurut Preston E. James yaitu geografi dapat dianggap sebagai induk ilmu pengetahuan dikarenakan banyak bidang ilmu pengetahuan yang diawali dengan observasi/pengamatan permukaan bumi yang kemudian berkembang menjadi penelitian proses yang spesifik pada tempat terjadinya.

Fred K. Schaefer 
Menurut Fred K. Schaefer Geografi harus dimaknai sebagai ilmu yang berkaitan dengan perumusan hukum-hukum yang mengatur distribusi keruangan unsur-unsur tertentu di muka bumi.

Profesor Bintarto
Menurut Profesor Bintarto geografi adalah ilmu yang mempelajari hubungan sebab akibat mengenai gejala-gejala yang terdapat  di muka bumi baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut makhluk hidup serta permasalahannya, melalui pendekatan keruangan, ekologikal, dan regional untuk kepentingan program, proses, serta keberhasilan pembangunan.

Richard Hartshone 
Menurut Richard Hartstone geografi berkepentingan menyajikan deskripsi yang akurat, teratur, dan rasional serta interpretasi dari berbagai karakter permukaan bumi.

Yi-Fu Tuan
Menuruf Yi-Fu Tuan geografi adalah kajian tentang bumi sebagai tempat tinggal manusia.

Hasil Seminar dan lokakarya Ikatan Geografi Indonesia (IGI)  yang diadakan di semarang tahun 1988 menyatakan bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan

Artikel Lainnya

Artikel Lainnya