Pengertian Tindakan Sosial dan Jenis-Jenis Tindakan Sosial Menurut Max Weber Beserta Contohnya

Manusia sebagai makhluk sosial pasti melakukan suatu tindakan, tindakan apa pun yang kita lakukan bisa jadi memengaruhi atau dipengaruhi oleh orang di sekitar kita.Pengaruh itu bisa berasal dari keluarga ataupun masyarakat yang lebih luas. Tindakan sosial menurut Max Weber adalah suatu tindakan individu selama tindakan tersebut memiliki makna yang bersifat subjektif untuk dirinya dan diarahkan kepada tindakan orang lain. Tindakn sosial dibedakan menjadi empat jenis sebagai berikut.


Tindakan Sosial Instrumental
Tindakan ini bersifat rasional (masuk akal), Tindakan sosial intrumental merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seseorang ataupun kelompok yang berdasarkan atas pertimbangan dan juga dilakukan secara sadar untuk mencapai suatu tujuan. Contohnya : Budi adalah seorang siswa yang sering datang ke sekolah terlambat karena bangun kesiangan, Budi suka menonton TV sampai larut malam, karena Budi kapok diberi hukuman oleh ibu guru, maka Budi memutuskan untuk tidak menonton TV sampai malam dan datang tidak terlambat datang ke sekolah.

Tindakan Sosial Berorientasi Nilai
Tindakan sosial ini dilakukan oleh orang karena tindakan tersebut dinilai baik dan benar oleh masyarakat. Tindakan ini mendahulukan nilai sosial maupun agama yang ia miliki, sedangkan tujuan tindakan tidak terlalu diperhitungkan. Contohnya : Bagus melihat pengemis yang berada di pinggir jalan, karena kasihan bagus memberikan sejumlah uang kepada pengemis tersebut, ia memberikan uangnya menggunakan tangan kanan. Tindakan itu di lakukan karena masyarakat memandang bahwa tangan kanan lebih sopan daripada menggunakan tangan kiri.

Tindakan Sosial Tradisional
Tindakan sosial ini dilakukan karena kebiasaan yang berlaku selama ini dalam masyarakat yang disebabakan karena kebiasaan yang dimiliki nenek moyang. Tindakan ini cenderung dilakukan tanpa suatu rencana untuk tujuan maupun caranya, karena tindakan ini pada dasarnya mengulang dari yang sudah dilakukan sebelumnya. Contohnya : Setiap berangkat sekolah dan pulang sekolah Shinta selalu mencium tangan orang tuanya.

Tindakan Afektif 
Tindakan ini tergolong tindakan tindakan irasional karena sebagian besar tindakan ini didorong oleh perasaan ataupun emosi tanpa perhitungan yang matang. Perasaan cinta,gembira, marah atau sedih muncul begitu saja sebagai ungkapun langsung terhadap keadaan tertentu. Itulah mengapa tindakan sosial ini lebih berupa reaksi spontan. Contohnya : Seorang Ibu yang langsung menjiwit anaknya yang sedang berprilaku tidak baik

Pengertian Interaksi Sosial dan Faktor Pendorong Terjadinya Interaksi Sosial

Interaksi sosial merupakan bentuk pelaksanaan kedudukan manusia sebagai makhluk sosial. Artinyaa, sebagai makhluk sosial manusia membutuhkan interaksi dengan manusia lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Terjadinya interaksi sosial didorong oleh beberapa faktor, apa saja faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial tersebut ?.

Ada 6 faktor yang dapat mendorong terjadinya interaksi sosial, yaitu sebagai berikut.

Interaksi sosial

1.Imitasi
Imitasi adalah proses peniruan sikap, tindakan, tingkah laku, atau penampilan fisik seseorang. Imitasi bisa berdampak baik maupun buruk, apabila hal yang ditiru adalah tindakan yang baik dimasyarakat. Sebaliknya, imitasi menjadi hal yang buruk apabila hal yang ditiru adalah hal yang berbau negatif. Contoh terjadinya imitasi adalah seorang anak yang meniru kebiasaan  penyanyi idolanya yang suka berkata kasar, atau anak yang meniru perilaku orang tuanya.

2.Sugesti
Sugesti adalah pemberian pengaruh atau pandangan dari satu pihak ke pihak lain yang mengakibatkan pihak yang dipengaruhi akan tergerak untuk mengikuti pandangan itu dan menerimanya tanpa pikir panjang. Wujud dari sugesti bisa berupa sikap, perbuatan, dan perkataan. Sugesti bisa juga berwujud benda mati seperti gambar dan tulisan. Contoh terjadinya sugesti adalah seorang anak yang suka menghaburkan uang dengan membeli banyak jajanan, orang tuanya memberikan pandangan bahwa dia harus menabung sebagian uangnya untuk kepentingan kelak.

3.Identifikasi
Identifikasi adalah kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain.Orang lain yang menjadi sasaran identifikasi disebut  idola yang berarti sosok yang dipuji. Identifikasi merupakan bentuk lanjut dari proses imitasi dan sugesti yang pengaruhnya terlalu kuat. Contoh terjadinya identifikasi adalah seorang remaja yang mengidentifikasikan diriyna dengan seorang penyanyi terkenal yang dia kagumi, dia berusaha mengubah penampilan dirinya agar sama dengan penyanyi idolanya, mulai dari model rambut, pakaian, gaya,bicara, bahkan sampai hal-hal yang disukainya.

4.Simpati
Simpati adalah suatu prosesketertaikan seseorang dengan orang lain baik karena penanpilan,sikap,wibawa, atau tindakannya. Rasa tertarik ini didasari oleh keinginan untuk mengerti pihak lain demi mamahami perasannya atau pun bekerja sama dengannya.Contoh terjadinya simpati adalah disaat kita melihat korban bencana alam, kita merasa kasihan dengan mereka.

5.Empati
Empati mirip dengan perasaan simpati, namun empati tidak semata-mata merupakan perasaan kejiwaan saja. Empati dibarenga perasaan organisme tubuh yang sangat dalam. Contohnya apabila seorang teman dekat kita yang orang tuanya menginggal dunia. Kita sama-sama merasa kehilangan dan seolah-olah orang tua kita sendiri yang meninggal.

6.Motivasi
Motivasi adalah rangsangan atau pengaruh yang dapat diberikan oleh seorang individu kepada invididu lain, seorang individu kepada kelompok, atau kelompok pada kelompok lain. Motivasi hampir mirip dengan sugesti hanya saja motivasi mampu mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu bersama dengan sikap kritis, rasional, dan akal sehatnya. Berbeda dengan sugesti, perilaku orang yang mnerima sugesti menjadi kurang rasional.Motivasi dapat berupa sikap,perilaku,saran,atau pertanyaan. Contoh terjadinya Motivasi adalah sekumpulan pelajar yang mengikuti seminar di sekolah, guru pada seminar tersebut berkata agar mereka terus rajin dan mendapat nilai yang baik dengan terus belajar, para pelajar tersebut merasa bahwa apa yang dikatakan oleh guru mereka itu benar.

Peran dan Penerapan Geografi Dalam Kehidupan Pada Kajian Litosfer, Atmosfer, Hidrosfer, Biosfer, dan Antroposfer.



Geografi sangat berperan penting bagi kehidupan sehari-hari kita , Untuk lebih jelasnya penerapan ilmu geografi dibagi menjadi 5 kajian, yaitu

a.Penerapan Geografi pada Kajian Litosfer
Penerapan geografi pada kajian litosfer berkaitan dengan batuan,lahan,atau tanah. Contoh penerapannya antara lain.
1.Pemantauan kondisi kesuburan tanah pada suatu pertanian.
2.Pemetaan kawasan rawan bencana gunungapi.
3.Kajian tata guna lahan untuk kegiatan pertanan.
4.Pemanfaatan sumber daya alam tambang.
5.Pemantauan pergerakan lempeng bumi

b. Penerapan  Geografi Pada Kajian Atmosfer.
Penerapan geografi pada kajian litosfer berkaitan dengan cuaca dan iklim, Contohnya sebagai berikut.
1.Pemetaan arah angin
2.Pemantauan pembentukan badai.
3.Prakiraan kondisi cuaca yang bermanfaat untuk bidang pertanian dan transportasi.
4.Pemanfaatan angin untuk sember energi yang tidak akan habis.
5.Pemanfaatan angin untuk pelayaran yang akan membantu nelayan.

c.Penerapan Geografi pada Kajian Hidrosfer.
Penerapan geografi pada kajian hidrosfer berkaitan dengan perariran. Contoh penerapannya antara lain.
1.Pemantauan dan pemanfaatan kawasan pantai,sungai,maupun danau sebagai kegiatan pariwisata.
2.Kajian morfometri daerah aliran sungai (DAS).
3.Pemanfaatan geyser untuk sumber energi terbarukan.
4.Kajian mengenai sungai,danau,maupun laut sebagai kegiatan transportasi dan sumber energi

d.Penerapan Geografi pada Kajian Biosfer.
Penerapan geografi pada kajian biosfer berkaitan dengan sumber daya flora dan fauna. Contoh penerapannya sebagai berikut.
1.Pengkajian ekosistem flora dan fauna yang bertujuan untuk kegiatan ekowisata.
2.Pemanfataan padang rumput untuk kegiatan sektor peternakan.
3.Pemanfaatan hutan bakau untuk mencegah abrasi.

e.Penerapan Geografi pada Kajian Antroposfer.
Penerapan geografi pada kajian antroposfer berkaitan dengan kependudukan,sosial,ekonomi,dan budaya. Contoh pemanfaatannya sebagai berikut.
1.Pemetaan sumber daya manusia.
2.Pemantauan penduduk usia produktif yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi.
3.Pemetaan persebaran penduduk untuk melakukan perencanaan pembangunan/
4.Penghitungan angka kelahiran,kematian,dan migrasi penduduk.

Pengertian Konsep Esensial Geografi dan Terapannya

Menuruf Fred L. Whipple, seorang pakar astronomi Amerika Serikat, konsep dasar dalam ilmu geofrafi meliputi Bumi sebagai planet, variasi cara hidup dan karakteristik wilayah, pentingnya wilayah bagi mansuia, serta pentingnya lokasi untuk memahami suatu peristiwa.
Konsep essensial geofrafi terbentuk berdasarkan pola abstrak yang berkaitan dengan gejala konkret geografi. Berikut ini  adalah sepuluh konsep esensial geofrafi yang digunakan untuk mengkaji berbagai fenomena geosfer, yaitu sebagai berikut.




a.Konsep Lokasi
Konsep esensial lokasi adalah konsep yang berkaitan dengan letak objek di permukaan Bumi. Konsep lokasi dibagi menjadi dua yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif.

1.Lokasi absolut : lokasi yang bersifat tetap meskipun kondisi tempat di sekitarnya berubah dan ditentukan berdasarkan garis lintang dan garis bujur, contohnya Indonesia terletak di antara 60 LU - 110 LS dan 950 BT - 1410 BT
2.Lokasi relatif    : lokasi yang dapat berubah-ubah sesuai kondisi daerah sekitarnya. Lokasi relatif suatu tempat dapat dilihat dari tempat lain di sekitarnya. contohnya Indonesia terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia.

b.Konsep Jarak
Konsep jarak merupakan jarak antara tempat dengan tempat lain. Konsep jarak dibagi menjadi dua yaitu jarak absolut dan jarak relatif.

1.Jarak absolut, yaitu jarak antarwilayah yang diukur dengan satuan panjang. Contohnya jarak antara Banyuwangi dan Jember yaitu 107 KM.
2.Jarak relatif, yaitu jarak antarwilayah yang mempertimbangkan rute, waktu, atau biaya. Contohnya jarak antara Jakarta-Bandung dapat ditempuh dalam waktu 2 jam menggunakan Bus.

c.Konsep Keterjangkauan
Konsep ini mengkaji keterkaitan jarak dan karakteristik wilayah. Kajian mengenai keterjangkauan untuk mencapai suatu tempat dikaji menggunakan konsep Keterjangkauan/ aksesibilitas. Apabila terdapat jarak yang dekat antara suatu tempat dengan tempat lainnya tetapi kondisi jalannya rusak parah, maka aksesibilitas antartempat tersebut rendah meskipun jarak keduanya dekat.

d.Konsep Pola
Konsep pola mengkaji tentang keruangan objek di permukaan Bumi. Kegiatan manusia dalam memanfaatkan alam membentuk pola-pola tertentu. Seperti contoh pemukiman penduduk di daerah pesisir berpola memanjang mengikuti garis pantai.

e.Konsep Morfologi
Konsep morfologi mengkaji bentuk-bentuk permukaan bumi. Bentuk-bentuk permukaan Bumi dihasilkan oleh tenaga dari dalam dan luar permukaan Bumi, misalnya bentuk lahandi hilir sungai membentuk kipas aluvial akibat proses sedimentasi.

f.Konsep Aglomerasi.

Konsep Aglomerasi mengkaji tentang pemusatan atau pengelompokan suatu fenomena di permukaan Bumu, Misalnya pemusatan kawasan perumahan di suatu kota yang bersifat terpadu atau pemusatan kawasan industri di suatu wilayah yang bersifat terpadu.

g.Konsep Nilai Guna
Konsep Nilai guna mengkaji kegunaan suatu wilayah berdasarkan potensi yang dimilikinya. Karakteristik penduduk suatu wilayah dapat menentukan nilai guna suatu wilayah, misalnya penduduk di kawasan pantai mengelola kawasan tersebut menjadi tempat pariwisata.

h.Konsep Diferensiasi Area
Konsep diferensiasi area berkaitan dengan perbedaan karakteristik antarwilayah. Perbedaan karakteristik bermacam-macam, yaitu dapat berupa bentang alam, karakteistik pembangunan, perekonomian, atau kependudukan. Setiap wilayah terbentuk karena adanya interaksi berbagai unsur dan fenomena sehingga memiliki corak yang berbeda.

i. Konsep Keterkaitan Keruangan.
Konsep keterkaitan keruangan mengkaji tentang derajat saling membutuhkan antara suatu wilayah dengan wilayah lainnya.Keterkaitan keruangan menyangkut berbagai fenomena geosfer seperti fenomena alam, biotik, dan sosial. Misalnya perbedaan potensi mendukung keterkaitan dalam memenuhi kebutuhan penduduk.

j. Konsep Interaksi dan Interdependensi
Konsep Interaksi dan Interdependensi mengkaji tentang Interaksi antarwilayah yang terjadi karena perbedaan karakteristik. Interaksi dapat berupa pertukaran aliran manusia, barang, budaya. Interdepedensi berarti saling ketergantungan suatu wilaah dengan wilayah lain, seperti contoh wilayah perdesaan membutuhkan barang jadi yang diproduksi di daerah perkotaan, begitu juga daerah perkotaan membutuhkan sumber makanan yang berasal dari daerah perdesaan.


Pengertian, Jenis-Jenis, dan Penerapan Prinsip Geografi

Prinsip Geografi adalah gejala dan fakta yang tersebar di seluruh permukaan bumi secara tidak rata, hewan, tumbuhan, alam, dan manusia. Prinsip geografi harus digunakan untuk memahami karakteristik serta kaitannya dan mempelajari fenomena geosfer dalam kehidupan sehari-hari. Prinsip-prinsip tersebut menjadi dasar pengkajian dan pengungkapan gejala dan masalah geografi. Secara teori prinsip-prinsip geografi dibagai menjadi empat, yaitu sebagai berikut.


a.Prinsip Penyebaran 
Prinsip penyebaran adalah prinsip yang berkaitan dengan penyebaran gejala geosfer di permukaan bumi. Gejala alam dibagi menjadi dua yaitu gejala alam dan gejala sosial. Persebaran bentang alam di permukaan bumi tidak merata dan membuat setiap daerah berbeda dengan daerah lainnya. Contohnya kepadatan penduduk di Jakarta berbeda dengan kepadatan penduduk di Banjarmasin. Sebagai contoh lagi di aspek fisik yaitu setiap tanah di Indonesia tidak bisa digunakan untuk menanam padi. Kondisi tersebut disebabkan oleh jenis-jenis tanah yang mendukung pertumbuhan padi tidak merata di Indonesia.

b. Prinsip Interelasi
Prinsip Interelasi berarti mempunyai hubungan atau keterkaitan antarfenomena geosfer. Keterkaitan tersebut bisa terjadi pada gejala, fakta, atau peristiwa di suatu lokasi yang berbeda .Contoh keterkaitan antarfenomena geosfer yaitu lahan di kawasan gunung api yang telah meletus sering dimanfaatkan menjadi lahan pertanian karena memiliki tanah yang bersifat subur.Masyarakat yang tinggal di pesisir pantai bekerja sebagai nelayan.

c. Prinsip Deskripsi 
Prinsip Deskripsi berarti uraian atau penggambaran fenomena geosfer yang dideskripsikan melalui tulisan,diagram,grafik,tabel,gambar,dan peta. Setiap kajian tentang berbagai gejala geosfer perlu dijelaskan secara rinci berdasarkan fakta dan data.

d.Prinsip Korologi
Korologi merupakan ilmu tentang wilayah-wilayah di permukaan Bumi. Prinsip korologi adalah suatu prinsip yang menganalisa suatu wilayah atau daerah berdasarkan dari ketiga prinsip sebelumnya, yaitu penyebaran, interelasi, dan deskripsi sehingga suatu wilayah akan memiliki ciri khas tersendiri.Sebagai contoh penyebaran batas lempeng Bumi di sebelah selatan pulau jawa menyebabkan potensi gempa di zona tumbukan lempeng. Zona tumbukan lempeng mengakibatkan adanya aktivitas vulkanisme. Material hasil aktivitas vulkanisme akan berpotensi meningkatkan kesuburan tanah.

Ruang Lingkup, Objek Studi,dan Ilmu Penunjang Geografi

Objek yang dipelajari dalam beografi sengatlah luas. Objek kajian geografi dibedakan menjadi dua, yaitu objek material dan objek formal.


a.Objek Material
Objek material geografi adalah kajian geografi yang meliputi berbagai fenomena fisik dan sosial di permukaan Bumi. Fenemone tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut.

  • Biosfer, (Lapisan Tempat Makhluk Hidup) mempelajari tentang tempat tinggal makhluk hidup dan seluruh ruang hidup organisme yang terdiri atas hewan, tumbuhan, dan manusia. Fenomena ini dikaji melalui ilmu biologi dan zoologi
  • Atmosfer (Lapisan Udara) mempelajari tentang lapisan udara yang melingkupi bumi. Ilmu yang mempelajari hal ini adalah meteorologi dan klimatologi.
  • Litosfer (Lapisan Keras), mempelajari lapisan luar/batuan di bumi. 
  • Hidrosfer (Lapisan air) mengkaji lapisan air yang meliputi perairan darat dan laut. Ilmu yang mempelajari hal tersebut adalah hidrologi
  • Antroposfer (Lapisan Manusia) Mengkaji permasalahan kehidupan manusia. Ilmu yang mengkaji fenomena tersebut yaitu antropologi
Geografi mempelajari fenomena geosfer yang bersifat fisik dan sosial. Ruang lingkup geografi yang luas menunjukkan geografi membutuhkan disiplin berbagai ilmu yang mengkaji bidang studinya. Ilmu Penunjugang geografi Secara Umum sebagai berikut.

  • Ilmu-ilmu alam (eksak) seperti kimia, biologi, dan fisika
  • Ilmu-ilmu sosial seperti ekonomi, sejarah, dan sosiologi
  • Ilmu-ilmu teknik seperti kartografi, matematika, dan penginderaan jauh.
  • Ilmu seni, seni rupa yang digunakan dalam pemetaan.
B.Objek Formal
Objek formal adalah sudut pandang terhadap objek material, misalnya terdapat fenomena geosfer berupa perubahan penggunaan lahan pertanian/sawah menjadi lahan pemukiman. Fenomena tersebut dapat menimbulkan berbagai masalah kehidupan seperti bergesernya fungsi ekologis, menurunnya produktivitas pertanian, dan pencemaran lingkungan. Dalam geografi, masalah tersebut membutuhkan solusi yang dapat diselesaikan menggunakan kajian objek formal.
Metode yang digunakan dalam mengkaji suatu masalah geosfer meliputi sudut pandang yang dilihat dari segi keruangan, kelingkungan, dan kompleks wilayah. Perkembangan wilayah berdasarkan kurun waktu tertentu juga menjadi pertimbangan dalam memecahkan masalah.Tema paling mendasar dalam kajian objek formal adalah region/wilayah. Dengan demikian, kajian objek formal memiliki sudut pandang berdasarkan kesatuan daerah yang menunjukkan karakteristik tertentu atau perbedaan antarwilayah.

Pengertian Geografi dan Definisi Geografi Menurut Para Ahli Geografi

Geografi adalah ilmu yang mempelajari segala fenomena yang ada di permukaan bumi, seperti, penduduk, flora, fauna, batuan, air, iklim, dan interaksi antara fenomena-fenomena tersebut.

 Dengan kata lain, geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala di permukaan bumi secara keseluruhan dalam lingkup interaksi dan keruangan.

Geografi sering disebut sebagai ilmu bumi, istilah geografi berasal dari bahasa yunani yaitu geo yang berarti bumi dan graphein yang berarti menulis  atau tulisan yang berarti tulisan/gambaran tentang bumi.

Akan tetapi di dalam geografi tidak hanya mempelajari tentang berbagai hal yang ada di permukaan bumi, tetapi juga benda- benda di ruang angkasa.


Beberapa definisi geografi menurut para ahli geografi sebagai berikut.

Preston E. James 
Menurut Preston E. James yaitu geografi dapat dianggap sebagai induk ilmu pengetahuan dikarenakan banyak bidang ilmu pengetahuan yang diawali dengan observasi/pengamatan permukaan bumi yang kemudian berkembang menjadi penelitian proses yang spesifik pada tempat terjadinya.

Fred K. Schaefer 
Menurut Fred K. Schaefer Geografi harus dimaknai sebagai ilmu yang berkaitan dengan perumusan hukum-hukum yang mengatur distribusi keruangan unsur-unsur tertentu di muka bumi.

Profesor Bintarto
Menurut Profesor Bintarto geografi adalah ilmu yang mempelajari hubungan sebab akibat mengenai gejala-gejala yang terdapat  di muka bumi baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut makhluk hidup serta permasalahannya, melalui pendekatan keruangan, ekologikal, dan regional untuk kepentingan program, proses, serta keberhasilan pembangunan.

Richard Hartshone 
Menurut Richard Hartstone geografi berkepentingan menyajikan deskripsi yang akurat, teratur, dan rasional serta interpretasi dari berbagai karakter permukaan bumi.

Yi-Fu Tuan
Menuruf Yi-Fu Tuan geografi adalah kajian tentang bumi sebagai tempat tinggal manusia.

Hasil Seminar dan lokakarya Ikatan Geografi Indonesia (IGI)  yang diadakan di semarang tahun 1988 menyatakan bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan

Pengertian, Ciri-Ciri, dan Jenis-Jenis Archaebacteria

Archaebacteria adalah bakteri yang memeiliki dinding sel yang tidak mengandung peptidoglikan. Archaebacteria memiliki RNA dan protein penyusun ribosom yang berbeda dengan bakteri pada umumnya, dan lebih mirip dengan RNA dan protein pada sel eukariot. Kebanyakan Archaebacteria hidup di habitat yang ekstrem, misalnya di kawah, lumpur, mata air panas dan air laut yang terlalu asin.


Ciri-ciri Archaebacteria


  • Memiliki dinding sel yang terdiri dari polisakarida dan protein
  • Merupakah organisasi unuseluler prokariotik
  • Reproduksi dengan pembelahan, fragmentasi, dan tunas
  • Tinggal di lingkungan yang ekstrem
  • Asam nukleat Archaebacteria berupa RNA

Berdasarkan habitatnya yang ekstrem.  Archaebacteria dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu sebagai berikut.

1. Bakteri Metanogen
Bakteri metanogen adalah bakteri penghasil metana (CH4) dengan cara mereduksi CO2 dengan H2. Bakteri metanogen termasuk bakteri anaerob yang tidak toleran terhadap oksigen, dan akan teracuni bila ada oksigen. Sebagian besar bakteri ini hidup di lumpur atau di rawa-rawa yang jarang/miskin oksigen. Gas metana yang dihasilkan keluar sebagai gelembung yang disebut gas rawa. Selain itu, ada juga yang hidup di dalam saluran pencernaan hewan selulosa, seperti sapi, dan kambing. Species bakteri metanogen saat ini digunakan sebagai strain bakteri untuk pemuatan biogas dari kotoran hewan. Bakteri Metanogen antara lain Methanomonas dan Lachnospira multipara.

2.Bakteri Halofil
Bakteri halofil adalah bakteri yang hidup di lingkungan dengan kadar garam tinggi. Berasal dari bahasa Yunani, halo yang berarti garam dan philos yang berarti pecinta. Kondisi yang tepat untuk pertumbuhan bakteri ini berkadar garam sekitar 20%, namun ada juga bakteri halofil yang hidup pada lingkungan dengan kadar berkali-kali keasinan air laut. Bakteri ini hidup berkoloni/berkelompok . Contoh bakteri halofil antara lain Halobacterium

3.Bakteri Termofil atau Termoasidofil
Bakteri termofil adalah bakteri yang hidup pada lingkungan bersuhu panas. Berasal dari bahasa Yunani , therm yang berarti panas dan philos yang berarti pecinta. Lingkungan yang bersuhu panas bersifat asam karena mengandung sulfur.Kondisi yang tepat untuk pertumbuhan bakteri ini sekitar 60C sampai 80C dengan pH sekitar 2-4. Contoh bakteri termofil adalah Sulfolobus. Sulfolobus hidup di mata air panas sulfir di Yellowstone National Park. Bakteri Sulfolobus memperoleh energi dengan cara mengoksidasi sulfur

Peranan Biologi di Bidang Kedokteran, Farmasi, Teknologi Pangan, Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Lingkungan Hidup

Penelitidan dan penemuan dalam bidang biologi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Perkembangan biologi saat ini telah ikut serta menyumbang berbagai usaha menyejahterakan kehidupan manusia dalam berbagai bidang, Penyalahgunaan biologi untuk tujuan kejahatan sangatlah dilarang,misalnya virus atau bakteri yang digunakan untuk membuat senjata biologi, antara lain peranan biologi dalam berbagai bidang sebagai berikut.



1.Bidang kedokteran

  • Ditemukannya obat-obatan yang menyembuhkan penyakit manusia
  • Ditemukannya metode keluarga berencana (KB)
  • Adanya penemuan vaksin yang bisa mencegah terserangnya penyakit
  • Adanya terapi gen yang merupakan pengobatan penyakit dengan cara mengganti dan memperbaiki gen yang cacat.
2.Bidang farmasi

  • Pembuatan vitamin sintetik
  • Pembuatan hormon insulin buatan
  • Ditemukannya obat-obatan tradisional (jamu) dan modern
  • Pembuatan vaksin pencegah penyakit
3.Bidang teknologi pangan

  • Pembuatan keju yang menggunakan bakteri Lactobactillus Bulgaricus
  • Pembuatan nata de coco yang menggunakan bakteri Acetobacter Xylinum
  • Pembuatan kecap, tapai, tempe dan oncom
  • ditemukannya teknologi untuk mengawetkan makanan
4.Bidang Pertanian
  • Para petani mampu menerapkan cara pembudidayaan yang tepat dan pengolahan hasil
  • Membuat manusia dapat menetapkan waktu bercocok tanam yang tetap yang disesuaikan dengan iklim dan menanggulangi serangan hama
  • Menemukan penyebab dan bisa mengobati berbagai penyakit tanaman
  • Ditemukannya pewarisan sifat dan gen sehingga bisa digunakan untuk menghasilkan tanaman yang lebih baik
5.Bidang Peternakan
  • Bisa menghasikan bibit unggul dari hasil penyilangan
  • Ditemukannya obat untuk mengobati berbagai macam penyakit hewan
  • Ditemukannya kawin/insemnisasi buatan dan kawin suntik yang bisa menghasilkan bibit unggul
  • Ditemukannya kloning untuk hewan contohnya ayam petelur yang tidak memerlukan pejantan
6. Bidang Perikanan
  • Bisa mengetahui ikan laut yang memiliki nilai gizi tinggi
  • Adanya pemilihan umpan yang tepat untuk memudahkan nelayan
  • Adanya teknik pemijahan yaitu teknik perkawian ikan yang mengakibatkan spermatozoa dan sel telur ikan mudah bertemu 
  • Adanya budidaya udang windu dan kerang penghasil mutiara
7.Bidang Lingkungan
  • Pengelolaan limbah menggunakan mikroorganisme
  • kotoran hewan bisa dimanfaatkan untuk pembuatan biogas
  • Adanya kompos yang bisa memperbaiki kandungan tanah dan mutu lingkungan
  • Menguraikan tumpahan minyak di laut dan plastik menggunakan bakteri 


Pengertian,Macam-Macam,dan Contoh Reproduksi Aseksual/Vegetatif Alami Tumbuhan

Reproduksi aseksual alami adalah reproduksi yang dilakukan tanpa melibatkan fertilisasi atau proses peleburan antara sel gamet jantan dan gamet betina dan terjadi dengan sendirinya tanpa bantuan manusia. sifat yang dihasilkan dari reproduksi aseksual alami akan sama dengan induknya. Beberapa jenis reproduksi aseksual alami sebagai berikut.

Tunas

a. Rhizoma (Rimpang)
Rhizoma merupakan bentuk modifikasi batang yang menjalar di dalam tanah yang tumbuh mendatar dan biasanya bercabang. Rhizoma berubas-ruas dan pada permukaannya melekat daun berupa sisik. Pada ruas inilah akan muncul tunas dan tumbuh menjadi individu baru. Tumbuhan yang bereproduksi dengan rhizoma contohnya kunyit, kencur, dan jahe.

b. Stolon (Geragih)
Stolon merupakan batang yang menjalar di atas permukaan tanah. Di ruas-ruasnya muncul akar dan akan tumbuh menjadi individu baru. Tumbuhan yang bereproduksi dengan stolon misalnya stroberi, pegagan, dan rumput teki.

c. Umbi Lapis
Umbi lapis merupakan batang pendek yang tumbuh di dalam tanah dengan daun-daun tebal berbentuk sisik dan berdaging. Pada permukaan atas umbi lapis tumbuh daun yang berlapis-lapis yang disebut bulbus, sedangkan pada bagian bawah tumbuh cakram dan akar serabut.Contoh tumbuhan yang bereproduksi dengan umbi lapis misalnya bawang merah, bawang putih, dan lili.


d. Umbi Batang 
Umbi batang merupakan  batang yang tumbuh di dalam tanah dan ujungnya menggembung yang berisi  makanan cadangan. Pada bagian umbi terdapat calon tunas yang nantinya akan tumbuh menjadi individu baru. Contoh tumbuhan yang bereproduksi dengan umbi batang adalah kentang dan ubi.


e. Umbi Akar
Umbi akar merupakan  akar yang menggembung dan berisi makanan cadangan. Umbi akar memiliki sisa batang pada pangkalnya sebagai tempat tumbuhnya tunas baru.Contoh tumbuhan yang bereproduksi dengan umbi akar adalah dahlia,wortel, dan lobak.
 

f. Tunas
Tunas merupakan bagian tumbuhan yang dapat tumbuh menjadi individu baru. Biasanya tunas terbentuk melalui pembelahan sel pada jaringan maristem, misalnya pada ujung batang, ketiak daun, dan ruas-ruas batang. Contoh tumbuhan yang bereproduksi dengan tunas adalah pisang dan bambu.


g. Tunas Adventif
Tunas adventif merupakan tunas yang tumbuh pada bagian daun atau akar. Tumbuhan yang bereproduksi dengan tunas adventif misalnya cocor bebek dan cemara. Tunas adventif pada cocor bebek muncul di tepi daun. Apabila daun tersebut lepas dan jauth, tunas tersebut dapat tumbuh menjadi individu baru.




Referensi: Buku Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IX SMP/MTS Terbitan Intan Pariwara

Sinopsis dan Teks Ulasan Novel Rindu Karya Tere Liye




Orientasi
Rindu adalah novel yang ditulis oleh Tere Liye. Buku setebal 544 halaman ini menceritakan tentang perjalanan sebuah kapal yang mengangkut jamaah haji dari Indonesia pada  tahun 1938. Kapal itu bernama Blitar Holland. Perjalanan kapal selama berbulan-bulan ini dimulai dari Makassar - Surabaya - Semarang - Batavia - Lampung - Bengkulu - Padang - dan Aceh. Kemudian singgah di Kolombo - Jeddah - dan Rotterdam.

Tafsiran
Menceritakan tentang keluarga Daeng Andipati yang terdiri dari orang tua, seorang pembantu rumah tangga, serta dua anak yang mengikut perjalanan haji ini, yakni Anna dan Elisa. Mereka menjalani lamanya waktu perjalanan haji dengan riang gembira. Seakan tidak pernah mengerti tentang apa yang terpendam di hati Daeng, ayah mereka.

Ada pula tokoh yang bernama Ambo Uleng. Dia adalah seorang pelaut. Hampir seluruh hidupnya dihabiskan di atas lautan. Ambo Uleng  menuruni sifat ayahnya yang seorang pelaut juga. Ia menaiki kapal Blitar Holland tidak dengan tujuan apapun. Tidak untuk bekerja, mengumpulkan uang, atau apapun. Ia hanya ingin pergi sejauh-jauhnya meninggalkan tanah Makassar yang ia jalani melalui kisah pilunya.

Di sisi lain, ada seorang keturunan Cina. Ia sering mengajari ngaji anak-anak di mushola kapal sepanjang perjalanan haji. Anak-anak biasa memanggilnya Bonda Upe. Bonda Upe ini ternyata sedang memendam dosa masa lalunya sebelum memeluk Islam. Hingga tiap malam ia selalu menangisi dosa-dosanya yang dulu.


Dari sini  diceritakan pula Gurutta Ahmad Karaeng, ulama tersohor asal Makassar yang mengikuti perjalanan haji. Beliau rutin melaksanakan solat berjamaah bersama penumpang lain. Gurutta juga meminta izin kepada kapten untuk mengadakan pengajian di atas kapal. Beliau adalah sosok yang selalu memberikan jawaban terbaik atas pertanyaan orang-orang. Namun ternyata ia sendiri telah memendam lama sebuah pertanyaan yang tak mampu seorang pun menjawab.

Evaluasi
Novel ini memiliki alur cerita yang begitu mengalir dan menarik untuk dibaca. Novel ini tidak hanya bercerita tentang perjalanan panjang ke Tanah Suci. Dengan beragam tragedi, konflik, dan serangkaian peristiwa yang menyertainya. novel ini semakin berbobot dengan cuplikan suasana kota Surabaya zaman lampau. Novel Rindu mnjadi bacaan dengan ide yang baru dan segar. Tema perjalanan haji di zaman lampau akan menyisakan kesan tersendiri. Sayangnya buku ini memiliki sampul buku yang kurang begitu menarik dan tidak sebanding dengan isinya yang menarik untuk dibaca.

Rangkuman
Rindu merupakan buku ke-20 karya tere liye. Tetapi, Rindi adalah novel yang tidak biasa dan belum pernah ada di dunia perbukuan Indonesia. Novel ini bercerita tentang perjalanan panjang jamaah haji tahun 1938. Tentang kapal uap Blitar Holland. Tentang sejarah nusantara dan tentang pertanyaan-pertanyaan seputar masa lalu, kebencian, takdir, cinta, dan kemunafikan

Transmigrasi di Indonesia Sebelum Kemerdekaan dan Sesudah Kemerdekaan

1).Transmigrasi di Indonesia Sebelum Kemerdekaan
Transmigrasi telah dilaksanakan di Indonesia sejak masa kolonialBelanda dan masa pendudukan Jepang. Tujuan pelaksanaan transmigrasi pada masa ini berkaitan dengan kebijakan ekonomi yang diterapkan kedua pemerintahan tersebut.
Baca juga : Upaya / Cara Untuk Mengatasi Laju Pertumbuhan Penduduk yang Tinggi



a. Zaman Belanda
Pada masa penjajahan Belanda, transmigrasi dilaksanakan pertama kali pada tahun 1905. Pada saat itu sebanyak 155 keluarga dari Keresidenan Kedu berhasil dipindahkan ke Gedongtataan, Provinsi Lampung. Jumlah penduduk yang dipindahkan mencapai 4800 jiwa.
Tujuan Transmigrasi pada masa kolonial belanda sebagai berikut.
(1).Melaksanakan politik etis atau balas budi dengan mengurangi jumlah penduduk jawa dan   mengingkatkan kesejahteraan penduduk yang masih rendah.
(2).Adanya kebutuhan tenaga kerja untuk perkebudan di luar Jawa milik Belanda dan swasta.

Transmigrasi pada masa pemerintahan Belanda juga terjadi pata tahun 1911, Pemerintahan Belanda memindahkan penduduk Jawa ke daerah yang dinamai Wonosobo di sekitar Sukandana,  Lampung. Pelaksanaan transmigrasi berikutnya terjadi sampai tahun 1929, kemudian tahun 1930 ke Palembang, Bengkulu, Jambi, Sumatra Utra, serta Kalimantan.

b. Zaman Jepang
Pada masa pendudukan Jepang, dilaksanakan transmigrasi dari Jawa ke Lampung. Jumlah keluarga yang diberangkatkan mencapai 1867 keluarga atau 7399 jiwa. Pada masa pendudukan Jepang, pelaksanaan transmigrasi dimaksudkan untuk memobilisasi tenaga kerja ke perkebunan di luar jawa atau disebut romusha. Selain itu, para transmigran dipekerjakan di proyek pertahanan jepang, baik di dalam maupun di luar negeri.

2). Transmigrasi di Indonesia Sesudah Kemerdekaan
Setelah kemerdekaan, tujuan transmigrasi adalah mengurangi kemiskinan dan kepadatan di Pulau Jawa, memberikan kesempatan bagi penduduk yang belum mendapatkan pekerjaan dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja untuk mengolah sumber daya di pulau-pulau di luar jawa seperti Papua, Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi. Dengan kata lain, transmigrasi dilakukan dalam upaya pengembangan wilayah. Seiring perubahan lingkungan, tujuan transmigrasi sebagai berikut.

  • Mendukung ketahanan pangan dan penyediaan pangan
  • Mendukung kebijakan energi alternatif
  • Mendukung investasi ke seluruh wilayah indonesia
  • Menyumbang bagi penyelesaian masalah pengangguran dan kemiskinan
  • Mendukung ketahanan nasional pulau terdepan dan wilayah perbatasan
Setelah kemerdekaan Indonesia, pemerintah melakukan transmigrasi dalam beberapa periode. Daerah tujuannya semakin luas tidak hanya Lampung, tetapi juga Riau, Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatran, dan Kalimantan Barat 

Upaya / Cara Untuk Mengatasi Laju Pertumbuhan Penduduk yang Tinggi

Menurut Thomas Robert Malthus, laju pertumbuhan penduduk seperti deret ukur (1, 2, 4, 8, dan seterusnya ), sementara pertambangan jumlah produksi makanan seperti deret hitung (1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya), Kondisi ini sangat mengkhawatirkan bagi kelangsungan hidup manusia pada masa yang mendatang karena akan menyebabkan kekurangan bahan makanan. Upaya untuk mengatasi laju pertumbuhan yang tinggi sebagai berikut.



a. Memperluas Lapangan Pekerjaan.
Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi memicu banyaknya angkatan kerja. Kondisi ini berpotensi meningkatkan jumlah pengangguran. Untuk mengurangi jumlah pengangguran, pemerintah bekerja sama dengan pelaku usaha di dalam negeri berusha memperluas lapangan pekerjaan. Dengan begitu, banyak angkatan kerja yang terserap di dunia kerja. Jika kondisi ini bisa terwujud, jumlah pengangguran dapat berkurang.

b. Menggalakkan Program Keluarga Berencana
Semakin tinggi laju pertumbuhan penduduk, semakin besar pula jumlah penduduknya. Untuk mengendalikan dampak negatif laju pertumbuhan yang tinggi, pemerintah menggalakkan program keluarga berencana (KB). Porgram ini bertujuan untuk mengendalikan angka kelahiran sehingga dapat menekan laju pertumbuhan penduduk.

c. Menggalakkan Program Transmigrasi
Tingkat kepadatan penduduk di Indonesia masih terpusat di Pulau Jawa. Ketidakmerataan persebaran penduduk ini disebabkan banyaknya fasilitas publik dan luasnya lapangan perkerjaan di Pulau Jawa. Jika kondisi ini tidak segera diatasi, dikhawatirkan Pulau Jawa akan mengalami ledekan jumlah penduduk, untuk mengatasi masalah ini, pemerintah dapat menggalakkan program transmigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari wilayah padat penduduk menuju wilayah yang jarang penduduk.

d. Meningkatkan Produksi dan Menemukan Sumber Pangan Alternatif
Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi berdampak pada banyaknya kebutuhan pangan. Agar kelangsungan hidup penduduk terjaga, negara dapat meningkatkan produksi pangan. Selain itu, negara berupaya menemukan sumber pangan alternatif dalam memenuhi kebutuhan hidup penduduknya. Upaya ini bertujuan untuk mengimbangi kebutuhan bahan pangan terhadap laju pertumbuhan penduduk







Referensi: Buku Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas IX SMP/MTS Terbitan Intan Pariwara 

Dampak Penerapan Bioteknologi dalam Berbagai Bidang

Selain dalam bidang makanan, bioteknologi juga dapat dimanfaatkan dalam bidang pertanian, pertenakan, kedokteran, dan lingkungan . Meskipun bioteknologi dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang, bioteknologi juga dapat menimbulkan dampak negatif maupun positif. untuk lebih lanjut bisa dilihat di bawah ini
Baca Juga : Penerapan Bioteknologi Konvensional pada Bidang Pangan
Tomat


1.Dampak di Bidang Lingkungan
Salah satu contoh dampak bioteknologi dalam bidang lingkungan yaitu jagung transgenik yamg taham terhadap herbisida, ketika jagung transgenik ini ditanam di lahan alami maka serbuk sari dapat membawa gen jagung transgenik dan menyerbuki jagung alami. Hal ini membuat gen-gen pada jagung terkontaminasi dengan gen-gen dari tanaman jagung transgenik. Selain itu, penemuan organisme transgenik tersebut menimbulkan kecenderungan masyarakat untuk membudidayakan organisme yang seragam, akibatnya, organisme lokak (bukan transgenik) semakin tersingkir dan langka di lingkungan. Kondisi seperti itu dapat menimbulkan hilangnya plasma nuftah alami. Oleh karena itu, pembudidayaan organisme transgenik dapat mengakibatkan punahnya makhluk hidup dalam suatu ekosistem. Penggunaan tanaman transgenik juga dapat menimbulkan munculnya hama baru yang lebih kuat dari hama sebelumnya yang dapat menganggu ekosistem.


2.Dampak di Bidang Kesehatan
Adanya perkembangan rekayasa genetika membuat masyarakat khawatir terhadap dampaknya bagi kesehatan. Hal tersebut disebabkan di dalam organisme transgenik terdapat kombinasi gen baru. Apabila dikonsumsi oleh manusia dapat memicu timbulnya penyakit pada seseorang yang sensitif terhadap zat yang dihasilkan oleh organisme transgenik. Salah satu contoh penyakit yang ditimbulkan apabila mengonsumsi organisme transgenik yaitu alergi. Sebagai contoh, hasil penelitian terhadap tanaman kedelai transgenik yang mengandung gen dari kacang brazil dapat memicu timbulnya reaksi alergi. Selain itu, beberapa organisme transgenik dapat mengakibatkan seseorang menjadi resistan/ tahan terhadap beberapa jenis antibiotik tertentu. Sebagai contoh, seseorang yang mengonsumsi tomat flavr savr resistan terhadap antibiotik.

3.Dampak di Bidang Sosial Ekonomi
Adanya produk bioteknologi hasil rekayasa genetika dapat menimbulkan munculnya kesenjangan sosial dan ekonomi di masyarakat. Kondisi tersebut disebabkan petani dan ternak tradisional tidak mempunyai modal untuk mengembangkan organisme transgenik. Sementara itu, petani dan peternak modern yang mempunyai modal dapat mengembangkan organisme transgenik sehingga dapat meningkatkan hasil panen menjadi berlimpah dan berkualitas baik. Keadaan inilah yang mengakibatkan petani dan peternak tradisional kalah saing dengan petan dan peternak modern dalam pemasaran hasil panen. Oleh karena itu, dapat menimbulkan kerugian besar bagi petani dan peternak tradisional. Selain itu, juga dapat menimbulkan banyak petani dan peternak tradisional kehilangan mata pencahariannya




Referensi: Buku Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IX SMP/MTS Terbitan Intan Pariwara 

Penerapan Bioteknologi Konvensional di Bidang Pangan

Produk makanan dan minuman hasil fermentasi yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya adalah salah satu hasil pemanfaatan bioteknologi konvensional. Fermentasi merupakan proses pemecahan bahan organik kompleks menjadi bahan organik yang lebih sederhana oleh mikroba. Contohnya karbohidrat mengalami fermentasi dan diubah menjadi alkohol, karbon dioksida, dan energi.
Baca juga : Dampak Penerapan Bioteknologi dalam Berbagai Bidang



a. Produk Makanan dari Susu 

1.Yoghurt
Yoghurt merupakan hasil fermentasi susu menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus termophillus. Yoghurt lebih mudah dicerna dibandingkan susu murni. Yoghurt sangat baik dikonsumsi karena mengingkatkan penyerapan kalsium dan vitamin B, mampu meningkatkan kekebalan tubuh, serta mudah dicerna dalam lambung dan usus halus. Fermentasi gula susu (laktosa) menghasilkan asam laktat yang berperan dalam protein susu untuk menghasilkan tekstur seperti gel dan aroma unik pada yoghurt.

2.Keju
Keju dibuat dari susu y ang diasamkan dengan memanfaatkan bakteri asam laktat. Adapun proses pembuatan keju sebagai berikut. Susu dipanaskan pada suhu tertentu selama beberapa waktu untuk membunuh bakteri berbahaya. Setelah itu, dimasukkan bakteri asam laktat, untuk mengubah gula susu menjadi asam susu. Setelah itu, ditambahkan campuran enzim dengan kandungan utama kimosin (renin) untuk menggumpalkan susu sehingga terbentuk dadi susu. Bagian yang cair dipisihkan, serta bagian yang padat diperas dan dipadatkan. Selanjutnya, dadih diberi garam dan dibiarkan agar terjadi pematangan.

3.Mentega
Mentega dibuat dari krim susu dengan memanfaatkan bakteri Streptococcus lactis. Mentega dibuat dengan cara mengaduk (butter churning) krim susu menggunakan alat pengaduk mentega sampai berbentuk padat . Krim susu terpisah menjadi bagian lemak yang padat dan bagian cair (air) setelah proses pengadukan (churning) dengan menggunakan alat yang bernama churn. Cairan yang terpisah dari mentega selama proses pengadukan itu dinamakan buttermilk (susu mentega). Mentega kemudian dipadatkan dan dicetak sesuai selera dengan menggunakan cetakan. Mentega ini selanjutnya dapat pula diolah menjadi ghee atau minyak samin dengan cara memanaskan mentega dengan menggunakan nyala api kecil sampai terbentuk warna kuning emas. Cairan yang terbentuk dipisahkan dari pengotor yang berupa padatan.

b. Produk Makanan Nonsusu

1.Tapai
Tapai dibuat dari serealia terutama ketan atau umbi-umbian melalui proses fermentasi. fermentasi tersebut dilakukan dengan bantuan ragi.mikroba yang paling dominan dalam ragi yaitu jamur saccharomyes cerevisiae. jamur saccharomyes cerevisiae akan memecah glukosa pada singkong menjadi asam asetat, alkohol, energi dan gas karbon dioksida.

2.Tempe
Tempe dibuat dari kedelai dengan banuan ragi tempe berupa jamur Rhizopus sp. Jamur Rhizopus sp. akan mengubah protein kompleks kacang kedelai yang sukar dicerna menjadi protein sederhana (asam amino) yang mudah dicerna oleh manusia.

3.Roti
Bahan dasar untuk membuat roti yaitu tepung terigu. Adonan tepung terigu telah difermentasikan dengan menambahkanragi roti berupa yeast atau khamir (Saccharomyces cerevisiae). proses fermentasi ini akan menghasilkan gas karbon dioksia dan alkohol yang mengakibatkan roti mengambang sehingga ukurannya menjadi lebih besar, lembut, dan tidak padat.

4.Kecap
Kecap berupa cairan berwarna hitam yang rasanya manis atau asin. Kecap dibuat dari kedelai, terutama kedelai hitam, dengan memanfaatkan jamur Aspergillus soyae dan  Aspergillus wentii. Kedua jenis ini berperan mengubah protein kompleks menjadi asam amino.

5.Taoco
Taoco berbentuk seperti pasta berwarna kekuningan dan rasanya agak asin. Taoco dibuat dari kedelai dengan memanfaatkan jamur Aspergillus oryzae. Taoco biasanya digunakan sebagai penyedap makanan.

6.Nata de Coco
Nata de coco memiliki tekstur kenyal menyerupai gel dan berwarna putih transparan. Nata de coco dibuat dari air kelapa dengan memanfaatkan bakteri Acetobacter xylinum. Mikroba tersebut berperan mengubah gula yang terkandung dalam air kelapa menjadi selulosa. Selain air kelapa, nata juga dapat dibuat dari sari nanas dan air kedelai.

7.Sayuran Fermentasi (Acar dan Asinan)
Sayuran difermentasi menjadi acar dan asinan menggunakan berbagai jenis bakteri seperti Streptoccus sp., Lactobacillus sp., dan Pediococcus sp. Mikroba tersebut mengubah gula dalam sayuran menjadi asam asetat. Asam asetat yang terbentuk dapat menghambat pertumbuhan mikroba lain dan memberikan rasa masam pada sayuran fermentasi.

8.Minuman Beralkohol
Minuman beralkohol seperti anggur, rum, wine dan sake merupakan minuman hasil fermentasi. Lama fermentasimemengaruhi jumlah alkohol yang dihasilkan. Semakin lama proses fermentasi semakin tinggi kandungan alkoholnya. Dalam pembuatan minuman beralkohol, ada lebih dari satu mikroorganisme yang berperan.

9.Sufu (Keju Kedelai)
Sufu terbuat dari dadih atau gumpalan protein kedelai (tahu) yang dapat terbentuk dengan bantuan aktivitas jamur. Jenis jamur yang berperan dalam pembuatan sufu yaitu Mucur sufu, Actinomucur elegans, Mucor salvaticus, Mucor hiemalis, dan Mucor substilissimus. namun jenis yang paling baik dan ekonomis yaitu Actinomucor elegans.

10.Tempe Bongkrek
Tempe bongkrek merupaka nhasil samping dari proses pembuatan minyak kelapa yang difermentasikan oleh jamur Rhizobium sp. Tempe bongkrek dapat menghasilkan asam bongkrek yang beracun apabila terkontaminasi bakteriPseudomonas cocovenenans. Efek racunnya dapat mengganggu sistem pernapasan yang mengakibatkan kematian.





Referensi: Buku Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IX SMP/MTS Terbitan Intan Pariwara 


Pengertian, Manfaat, dan Macam-Macam Bioteknologi

a. Pengertian Bioteknologi
Bioteknologi berasal dari kata bio (hidup) dan teknos (teknologi). Bioteknologi adalah penerapan prinsip-prinsip biologi, biokimia, ilmu rekayasa, serta ilmu lainnya dalam pengolahan bahan yang memanfaatkan organisme (makhluk hidup) untuk menghasilkan suatu produk maupun jasa yang bermanfaat bagi manusia.

b. Macam-Macam Bioteknologi
Berdasarkan tingkat kerumitan dalam pelaksanaan proses bioteknologi, bioteknologi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.

1.Bioteknologi Konvensional
Teknologi yang diterapkan dalam bioteknologi konvensional masih sederhana. Penerapan bioteknologi konvensional untuk menghasilkan produk, hanya mengandalkan peran mikroorganisme secara alami tanpa dilakukanproses rekayasa genetika oleh mikroba. Pada proses ini, campur tangan manusia hanya sebatas menyediakan dan mengondisikan substrat agar mikroorganisme dapat berkembang secara optimal. Bioteknologi konvensional memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut.
a.Hanya menerapkan teknologi sederhana.
b.Prosesnya relatif belum steril sehingga kualitasnya kurang higenis.
c.Jumlah produk yang dihasilkan dalam skala kecil.
d.Biaya produksi murah.

2.Bioteknologi Modern
Bioteknologi modern berbeda dengan bioteknologi konvensional. Bioteknologi modern dilakukan dengan menerapkan teknik rekayasa genetika. Rekayasa genetika bertujuan menghasilkan organisme transgenik yang susunan gen dalamkromosomnya telah diubah sehingga mempunyai sifat menguntungkan sesuai yang dihendaki. Bioteknologi modern memiliki beberapa karakteristik berikut.
a.Menggunakan peralatan-peralatan canggih.
b.Prosesnya melakukan pemotongan atau penyisipan gen.
c.Prosesnya harus dilakukan dalam keadaan steril.
d.Biaya produksi relatif mahal.
e.Jumlah produk yang dihasilkan dalam skala besar.
f.Produk yang dihasilkan lebih berkualitas.



Pengertian Penyerbukan dan Macam-macam Penyerbukan Berdasarkan Faktor Perantaranya

Penyerbukan merupakan peristiwa menempelnya serbuk sari pada kepala putik. Penyerbukan dapat berlangsung secara alami dan buatan. Penyerbukan dapat dibedakan berdasarkan faktor perantaranya dan berdasarkan asal serbuk sari yang jatuh pada kepala putik. Berdasarkan faktor perantaranya, penyerbukan dibedakan sebagai berikut.
Baca Juga : Pengertian Fungsi, dan Struktur Jaringan Tumbuhan



a. Penyerbukan Oleh Angin (Anemogami).
Beberapa tanaman yang melakukan penyerbukan dengan bantuan angin misalnya jagung dan padi.Ciri-ciri bunga yang penyerbukannya dilakukan dengan bantuan angin yaitu, biasanya tidak memiliki nektar, serbuk sari halus, ringan, jumlah serbuk sari banyak, dan kering sehingga mudah diterbangkan angin, kepala putik besar, permukaan putik yang luas, serta dilengkapi dengan bulu-bulu perekat sehingga mudah menangkap serbuk sari, dan tangkai sari panjang dan menuju keluar.

b. Penyerbukan Oleh Air (Hidrogami)
Penyerbukan ini hanya terjadi pada tumbuhan yang hidup di air, misalnya Hydrilla verticilata 

c. Penyerbukan Oleh Hewan (Zoidiogami).
Penyerbukan oleh hewan dibedakan berdasarkan jenis hewan perantaranya. Beberapa jenis penyerbukan melalui perantara hewan sebagai berikut.

1.Entomogami
Entomogami merupakan penyerbukan yang berlangsung dengan bantuan serangga. Ciri-ciri bunga yang penyerbukannya dibantu oleh serangga adalah memiliki warna yang menarik dan serbuk sari lengket.
2.Ornitogami
Ornitogami merupakan penyerbukan yang berlangsung dengan bantuan burung,contohnya burung kolibri.Bunga yang penyerbukannya dibantu oleh burung biasanya memiliki nektar dalam jumlah banyak, dan memiliki mahkota berbentuk terompet.
3.Kiropterogami
Kiropterogami merupakan penyerbukan yang berlangsung dengan bantuan kelelawar. Bunga yang penyerbukannya dilakukan oleh kelelawar merupakan bunga yang memiliki nektar dan mekar pada malam hari, misalnya kaktus.
4.Malakogami
Malakogami merupakan penyerbukan yang berlangsung dengan bantuan siput. Tumbuhan yang penyerbukannya secara malakogami memiliki bunga yang tersembunyi, bunga memanjang tanpa mahkota, serta putik tersembunyi di dalam kelopak, misalnya Rhodea japonica.

d. Penyerbukan Oleh Manusia (Antropogami)
Tanaman yang penyerbukannya dibantu manusia biasanya merupakan bunga yang dalam satu pohon hanya terdapat bunga jantan atau bunga betina saja dan tidak memiliki perantara dalam melakukan penyerbukan. Ada juga yang tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri dikarenakan serbuk sarinya sulit untuk bertemu putik, misalnya anggrek bulan dan bunga vanili.

Berdasarkan asal serbuk sari yang jatuh pada kepala putik, penyerbukan dibedakan menjadi empat sebagai berikut.

a. Autogami (Penyerbukan Sendiri)
Autogami adalah peristiwa menempelnya serbuk sari pada kepala putik bunga itu sendiri. Penyerbukan ini tidak menghasilkan variasa misalnya pada tumbuhan kelompok Papilionaceae

b. Geitonogami (Penyerbukan Tetangga)
Geitonogami adalah peristiwa menempelnya serbuk sari pada kepala putik yang berasal dari bung lain tetapi pada tumbuhan itu sendiri, contohnya pada tanaman jeruk.

c. Alogami (Penyerbukan Silang)
Alogami adalah peristiwa menempelnya serbuk sari pada kepala putik yang bersar dari tumbuhan lain tetapi masih sejenis contohnya pada pagi dan jagung.

d. Hibridogami (Penyerbukan Bastar)
Hibrigogami adalah peristiwa menempelnya serbuk sari pada kepala putik tumbuhan lain yang berbeda jenis. Penyerbukan ini jarang terjadi secara alami. Serbuk sari yang berasal dari tumbuhan lain tidak dapat melekat kuat pada kepala putik. Hal tersebut terjadi karena adanya gaya tarik-menarik antarmolekul yang berbeda.Gaya adhesi pada serbuk sari dan putik sangat lemah sehingga serbuk sari mudah lepas.






Dampak Pemanasan Global bagi Kehidupan di Bumi

Pemanasan global yang terjadi secara terus-menerus dapat mengakibatkan kerusakan kehidupan di bumi. beberapa dampak dari pemanasan global yaitu.

a. Iklim Tidak Stabil
Pemanasan global mengakibatkan perubahan iklim yang ekstrem, misalnya terjadi perubahan pola curah hujan. Perubahan pola curah hujan dapat mengakibatkan terjadinya bencana banjir atau kekeringan di suatu daerah. Seperti yang terjadi di Indonesia, datangnya musim hujan dan musim kemarau tidak dapat diprediksi lagi. Perubahan iklim ini juga mengakibatkan bencana angin ribut dan badai semakin meningkat.
Baca Juga : Pengertian Lingkungan dan Ekosistem

b. Mencairnya Es di Kutub
Peningkatan suhu global selama berabad-abad telah mencairkan sejumlah besar es yang melapisi sebagian besar antartika. Akibatnya, permukaan air laut di seluru dunia mengalami kenaikan. Naiknya permukaan air laut dapat menenggelamkan kota-kota di tepi pantai dan negara kepulauan kecil.

c. Meningkatnya Kasus Gelombang Panas
Pemanasan global mengakibatkan gelombang panas menjadi semakain sering terjadi dan semakin kuat. Tahun 2007 merupakan tahun pemecahan rekor baru untuk suhu yang dicapai oleh gelombang panas yang biasa melanda Amerika Serikat. Serangan gelombang panas tersebut memakan beberapa korban jiwa, mematikan ratusan ikaan air tawar, men\rusak hasil pertanian , memicu kebakaran hutan, serta membunuh hewan-hewan ternak .

d. Gangguan Kehidupan di Laut
Pemanasan globab mengakibatkan suhu permukaan air laut menjadi lebih hangat sehingga meningkatkan tekanan bagi ekosistem laut, misalnya terumbu karang menjadi bewarna putih. Suhu air yang tinggi dapat mengakibatkan kerusakan yang disebut "pemutih karang". pada proses ini karang-karang melepaskan ganggang yang memberikan warna dan makanan sehingga menyebabkan karang menjadi putih dan mati. Peningkatan suhu air juga mempermudah penyebaran penyakit yang sangat memengaruhi kehidupan di laut.

e. Gangguan Ekologis
Hewan dan tumbuhan sulit menghindir dari efek pemanasan globab karena sebagian besar laan telah digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Saat suhu bumi meningkat, hewan cenderung bermigrasi ke arah kutub atau ke atas pegunungan karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Sementara itu, tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya. Akan tetapi, aktivitas dan pembangunan manusia akan menghalangi perpindahan ini. Spesies yang bermigrasi ke utara atau selatan yang terhalangi oleh kota atau lahan pertanian mungkin akan mati 

Pengertian Lingkungan dan Ekosistem

1.Pengertian Lingkungan
  Secara Umum lingkungan diartikan sebagai segala sesuatu yang ada di sekeliling makhluk hidup. Segala sestuatu yang ada di lingkungan merupakan sistem yang kompleks sehingga saling memoengaruhi satu sama lain. Oleh karena itu, lingkungan bersifat dinamis karena dapat mengalami perubahan sesuai kondisinya

2.Komponen Lingkungan
  Setiap makhluk hidup menempati tempat tertentu dalam suatu lingkungan. Tempat tersebut dinamakan habitat. Suhu, kelemba-pan, dan zat organik merupakan komponen fisik dan kimia. Kedua komponen ini merupakan komponen abiotik karena tidak termasuk makhluk hidup.Jadi, komponen fisik dan kimia merupakan lingkungan abiotik bagi cacing tanah. Semua makhluk hidup merupakan komponen biotik. jadi, di dalam lingkungan terdapat dua komponen yaitu komponen biotik dan abiotik
Baca juga : Dampak Pemanasan Global Bagi Kehidupan di Bumi

   a. Komponen Biotik
        Biotik artinya makhluk hidup. Komponen- komponen biotik terdiri atas semua jenis makhluk hidup meliputi jenis mikroorganisme, jamur ganggang, segala jenis tumbuhan dan hewan, dan manusia

   b. Komponen Abiotik
       Abiotik artinya bukan makhluk hidup. Komponen abiotik merupakan komfonen fisik dan kmia yang membentuk lingkungan abiotik, misalnya suhu, cahaya, air, kelembapan, udara, dan tanah.


3. Ekosistem
   Ekosistem adalah suatu sistem yang terbentuk oleh adanya hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya. Komponen biotik dan komponen abiotik di dalam suatu sekositem akan saling memengaruhi. Berdasarkan peran dan fungsinya komponen biotik dibedakan menjadi tiga macam yaitu produsen, konsumen, dan pengurai.


     a. Produsen
             Produsen merupakan organisme yang mampu menghasilkan zat makanan sendiri (autotrof) Organisme yang termasuk dalam kelompok produsen adalah tumbuhan hijau atau tumbuhan berklorofil. Proses fotosintesis menghasilkan zat makanan dan oksigen. Selain untuk memenuhi kebutuhan tumbuhan sendiri, zat makanan tersebut juga dimanfaatkan oleh organisme lain untuk memenuhi kebutuhan energinya. Sementara itu, oksigen akan dilepaskan ke udara dan dimanfaatkan organisme lain untuk bernapas.

     b. Konsumen
             Konsumen berarti pemakai. ORganisme ini tidak dapat menghsilkan makanan sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan makanannya , organisme ini tergantung pada organisme lain. Organisme yang secara langsung mengambil makanan dari tumbuhan hijau dinamakan herbivora. Oleh karena itu, herbivora disebut konsumen tingkat pertama. organisme yang mendapatkan makanan dengan memangsa herbivora disebut karnivora. Karnivora dapat memangsa karnivora lain. Selain itu, ada pula makhluk hidup pemakan segala makanan, baik tumbuhan maupun hewan lain yang dinamakan omnivora

     c. Pengurai
            Pengurai (dekomposer) merupakan organisme yang berperan menguraikan bahan organik yag berasal dari organisme yang telah mati ataupun hasil pembuangan sisa pencernaan menjadi bahan anorganik sederhana. Dengan demikian, organisme yang telah mati serta sisa-sisa metabolisme organisme akan terurai dan meresap ke dalam tanah menjadi unsur hara yang kembudian diserap oleh produsen

Pengertian,Fungsi, dan Struktur Jaringan Tumbuhan


Jaringan merupakan sekelompok sel yang mempunyai asal usul, bentuk, dan fungsi yang sama. Jaringan tumbuhan dikelompokkan menjadi dua, yaitu jaringan permanen dan jaringan maristem. Jaringan permanen tumbuhan tersusun dari berbagai macam jaringan yaitu epidermis, parenkim, kolenkim, sklerenkim, xilem dan floem.

Baca Juga : Pengertian Penyerbukan dan Macam-macam Penyerbukan
http://2.bp.blogspot.com/-0lAPWo6JTS0/TvACJPYFXkI/AAAAAAAAAE4/zvs1j5rFwug/s1600/macam-macam+jaringan+tumbuhan.jpg

A.Jaringan Meristem
   Jaringan meristem merupakan jaringan yang berbanding tipis dan bersifat embrional, yaitu mampu membelah terus-menerus. Jaringan ini berfungsi untuk pertumbuhan. Jaringan meristem biasanya terdapat di ujung akar,ujung batang,lembaga, dan kambium. Bentuk sel maristem biasanya sama ke segala arah seperti kubus.

B.Jaringan Epidermis
  Jaringan epidermis tersusun dari hanya selapis sel hidup yang berbentuk pipih.Epididimis tersusun rapat sehingga sehingga tidak terdapat ruangan-ruangan antar sel dan terletak di permukaan tubuh tumbuhan. Jaringan epidermis berfungsi sebagai pelindung jaringan yang ada di bawahnya dari kerusakan mekanis dan kekeringan.

C.Jaringan Parenkim
  Jaringan paremkim tersusun dari sel-sel hidup yang memiliki dinding tipis. Jaringan ini tersebar di seluruh bagian tumbuhan. Terdapat dua kelompok jaringan pada daun. Pertama, parenkim palisade. Pada jaringan ini terdapa banyak klorofil sehingga pada bagian ini berlangsungfotosintesis. Kedua, parenkim spons. Jaringan ini memiliki kloroplas yang lebih sedikit dibandingkan parenkim palisade. Parenkim spons juga berperan dalam fotosintesis dan merupakan tempat penyimpanan hasil fotosintesis untuk sementara waktu.

D.Jaringan Penguat
  Jaringan penguat berfungsi untuk memperkuat atau memperkokoh tumbuhan. Jaringan penguat terdiri atas jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim. Jaringan kolenkim merupakan jaringan yang dinding selnya mengalami penebalan dari selulosa yaitu pada bagian-bagian tertentu (penebalan tidak merata), sedangkan jaringan sklerenkim merupakan jaringan yang dinding selnya mengalami penebalan dari lignin secara merata. Jaringan kolenkim dan sklerenkim merupakan jaringan penguat pada tumbuhan.

E.Jaringan Pengangkut
  Jaringan pengangkut terdiri atas xilem dan floem. Saat mencangkok, bagian luar batang (kulit) dihilangkan hingga yang tertinggal hanya kayu bagian dalam. Bagian yang dihilingkan inilah yang disebut floem dan kayu bagian dalam merupakan xilem. Fungsi Xilem yaitu menyalurkan/ mengangkut air dan garam-garam mineral dari akar ke daun, sedangkan floem berfungsi untuk mengangkut zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.

Pengertian,Ciri-Ciri,Contoh, Dan Macam-Macam Vertebrata



Vertebrata mencakup hewan-hewan yang memiliki tulang belakang. Vertebrata dibagi menjadi 5 kelompok sebagai berikut.

A.Pisces (Ikan)
    Anggota kelompok pisces memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Berdarah dingin (suhu tubuh berubah-ubah sesuai lingkungan).
  2. Bernapas menggunakan insang.
  3. Badan bersisik atau berlendir.
  4. Berkembang biak dengan cara bertelur dan mengalami fertilisasi eksternal.
  5. Hidup di perairan dan memiliki alat gerak berupa sirip.                               Contoh Ikan salmon.
B.Amphibia (Amfibi)
   Anggota kelompok Amphibia memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Berdarah dingin.
  2. Hewan dewasa bernapas menggunakan paru-paru dan kulit serta hewan muda bernapas menggunakan insang.
  3. Berkulit lembab.
  4. Berkembang biak dengan cara bertelur dan mengalami fertilisasi eksternal.
  5. Hidup di darat dan di air serta memiliki alat gerak berupa kaki. 
C.Reptillia (Reptil)
   Anggota kelompok Reptilia memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Berdarah dingin..
  2. Bernafas menggunakan paru-paru.
  3. Kulit bersisik dan kering atau berkarapaks.
  4. Berkembang biak dengan cara bertelur, beberapa di antaranya berkembang biak dengan cara bertelur-melahirkan dan mengalami fertilisasi internal.
  5. Hidup di darat atau di air serta memiliki alat gerak berupa kaki atau otot perut. 
D.Aves (Burung)
    Anggota kelompok aves memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Berdarah panas (suhu tubuhnya tidak bergantung pada perubahan suhu di lingkungan).
  2. Bernapas menggunakan paru-paru.
  3. Tubuhnya dilindungi oleh bulu.
  4. Memliki paruh.
  5. Berkembang biak dengan cara bertelur dan mengalami fertilisasi internal.
  6.  Hidup di darat dan memiliki alat gerak berupa kaki dan sayap.               
 E.Mammalia
    Anggota kelompok mamalia memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Berdarah panas (suhu tubuhnya tidak bergantung pada perubahan suhu di lingkungan).
  2. Bernapas menggunakan paru-paru.
  3. Tubuhnya ditumbuhi rambut dan dilengkapi dengan kelenjar keringat.
  4. Umumnya berkembang biak dengan cara melahirkan dan mengalami fertilisasi internal.
  5. Hidup di darat atau di air dan memiliki alat gerak berupa kaki atau sirip
  6. Memiliki Kelenjar susu.                  
Contoh Pisces : Ikan Lele dan  Ikan Salmon
Contoh Amphibia : Katak dan Salamander
Contoh Reptillia : Kadal
Contoh Aves : Ayam dan Bebek
Contoh Mammalia : Bekantan dan Gajah

Atom dan Partikel Penyusunnya



Partikel materi merupakan bagian terkecil suatu materi. Partikel materi dibedakan menjadi tiga, yaitu atom, ion, dan molekul. Jika sebuah potongan tembaga dipotong menjadi dua bagian, potongan tersebut masih memiliki sifat tembaga. Jika dipotong lagi, potongan tersebut masih memiliki sifat tembaga dan seterusnya. Pada suatu saat potongan tembaga tersebut memiliki ukuran yang sangat kecil sehingga tidak dapat dipotong lagi.Meskipun ukuran partikel tersebut sangat kecil, tetapi masih memiliki sifat tembaga. Partikel terkecil yang masih memiliki sifat tembaga disebut atom tembaga.Jadi, atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur yang masih memiliki sifat unsur tersebut. Atom merupakan partikel dasar penyusun materi.

 Atom terdiri atas partikel-partikel subatom yaitu elektron (e), proton (p) dan neutron (n). berikut perbedaan antara elektron, proton, dan neutron.

1).Elektron
     pada tahun 1897 Joseph John Thomson menemukan elektron. Thomson menemukan elektron melalui percobaan sinar katode. Setelah itu, pada tahun 1909 Robert Milikan melakukan percobaan tetes minyak untuk menentukan muatan elektron. Berdasarkan percobaan tersebut, milikan menyimpulkan bahwa muatan elektron adalah -1.

2).Proton
    Pada tahun 1886 Eugene Goldstein menemukan proton. Goldstein menemukan proton melalui percobaan tabung Crookes. Berdasarkan percobaan tersebut diperoleh hasil bahwa massa 1 proton sebesar 1 sma dan muatan proton adalah +1

3).Neutron
    Pada tahun 1930 W. Bothe dan H. Becker melakukan eksperimen penembakan partikel alfa ke inti atom berillium (Be). Percobaan ini menghasilkan partikel berdaya tembus tinggi. Eksperimen ini kemudian dilanjutkan oleh James Chadwick, Fisikawan Inggris (1932). Partikel yang menimbulkan radiasi berdaya tembus tinggi itu bersifat netral atau tidak bermuatan dan massanya hampir sama dengan massa proton yaitu 1 sma. Partikel ini disebut neutron.

Atom bermuatan netral karena atom memiliki jumlah proton dan jumlah elektron sama banyak. Apabila jumlah proton lebih banyak dari pada elektron, atom akan bermuatan positif, juga sebaliknya.

Peran Indonesia Dalam Kerja sama Antarnegara Bidang Sosial Budaya




Sesuai dengan prinsip kerja sama indonesia yang bebas aktif, Indonesia aktif dalam berbagai kerja sama internasional. Salah satunya adalah Indonesia aktif dalam kerja sama di bidang sosial budaya . Berbagai kegiatan diikuti Indonesia baik dalam tingkat regional ASEAN ataupun internasional. Keaktifan tersebut dapat dilihat dalam berbagai peran Indonesia Berikut.

A.Peserta dan Tuan Rumah Berbagai Kompetisi Ilmu Pengetahuan
   Salah satu keaktifan Indonesia dalam kerja sama sosial budaya dapat terlihat dari keikutsertaan Indonesia dalam berbagai kompetensi ilmu pengetahuan internasional. Kompetisi ilmu pengetahuan internasional tersebut seperti Olimpiade fisika Internasional, Olimpiade Biologi Internasional, dan Ilmu Kebumian Internasional. Dalam mengikuti ajang kompetensi tersebut Indonesia sering memperoleh prestasi membanggakan. Misalnya saat berhasil meraih 2 medali perak dan 2 medali perunggu pada 8th International Earth Science Olympiad (IESO) yang diselenggarakan di Santader, Spanyol 22-29 September 2014. Keberhasilan Indonesia ini menunjukkan kepada  dunia bahwa perlajar Inonesia mampu bersaing di tingkat internasional.

B.Aktif dalam Program Pertukaran Pelajar
    Program pertukaran pelajar adalah kegiatan pertukaran pelajar yang dilakukan dua negara atau lebih dalam waktu tertentu. Para pelajar yang menjadi delegasi pertukaran pelajar ini akan mendapatkan beasiswa dari pemerintah untuk belajar di negara yang bekerja sama dalam pertukaran pelajar. Program pertukaran pelajar ini memiliki berbagai keuntungan bagi bangsa indonesia. Keuntungan yang didapat salah satunya adalah pelajar Indonesia dapat belajar dari negara lain, kemudian ilmunya dapat diajarkan kepada para pelajar lain

C.Peserta dan Tuan Rumah Berbagai Ajang Olahraga Internasional
    Sea Games merupakan pesta olahraga negara ASEAN yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Indonesia sebagai anggota ASEAN selalu menjadi peserta dalam SEA Games. Seperti dalam ajang kompetensi ilmu pengetahuan, Indonesia juga menunjukkan prestasinya dalam SEA Games. Selama mengikuti SEA Games, Indonesia telah menjadi juara umum sebanyak 9 kali. Indonesia tidak hanya sebagai peserta dalam ajang SEA Games, tetapi juga menjadi tuan rumah sebanyak empat kali. Indonesia juga ikut dalam berbagai ajang olahraga Internasional. Ajang olahraga internasional yang diikuti Indonesia di antaranya Olimpiade, Thomas Cup dan Uber Cup.

D.Berperan Aktif dalam Kegiatan Kebudayaan Internasional
    Dalam Kegiatan Kerja Sama antarnegara sering diadakan sebuah acara atau program pertunjukan bersama hasil kebudayaan tiap-tiap negara. Dalam program ini para perwakilan negara akan menampilkan berbagai kebudayaannya seperti tarian, lagi, dan alat musik tradisional. Dalam program ini juga diselenggarakan pameran seperti kuliner dan kain yang bersal dari tiap-tiap anggota.

E.Memberikan Bantuan Kemanusiaan
    Indonesia merupakan negara yang cinta damai dan berperikemanusiaan. Oleh karena itu, Indonesia memberikan banyak bantuan kemanusiaan kepada negara-negara yang dilanda bencana alam dan konflik. Sebagai contoh Indonesia memberikan bantuan terhadap korban gempa di Nepal dan bantuan Kemanusiaan untuk Gaza, Palestina. Bantuan yang dikirimkan diantaranya berupa bahan makanan, obat-obatan,pakaian, dan tenaga medis. Sebaliknya Indonesia juga mendaptkan bantuan kemanusiaan dari negara lain

Pengertian Difusi,Akulturasi,Akomodasi dan Asimilasi


Perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat tidak terjadi secara tiba-tiba. Perubahan sosial selalu menunjukkan masuknya unsur kebudayaan baru. Proses perubahan sosial dalam masyarakat terjadi melalui beberapa cara. Cara yang digunakan dalam proses perubahan sosial budaya masyarakat sebagai berikut.

A.Difusi
    Difusi adalah proses terjadinya penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari individu ke individu, dari individu ke kelompok, atau dari kelompok ke kelompok lain. Unsur-unsur kebudayaan yang disebarkan secara difusi antara lain gagasan, keyakinan, hasil kebudayaan, atau ideologi. Berdasarkan prosesnya, difusi dibedakan menjadi dua macam, yaitu difusi intra masyarakat dan difusi antar masyarakat. Difusi intramasyarakat yaitu penyebaran unsur kebudayaan antar individu atau antar kelompok dalam masyarakat.Sementara itu, difusi antarmasyarakat yaitu penyebaran unsur kebudayaan baru dari masyarakat kepada masyarakat lainnya.

B.Akulturasi
    Akulturasi adalah proses peneriman dan pengelohan unsur-unsur kebudayaan baru dari luar menjadi bagian kebudayaan sebuah masyarakat.Proses pengolahan unsur-unsur kebudayaan baru tersebut dilakukan tanpa menghilangkan sifat khas kebudayaan asli.Contohnya adalah bangunan dari masjid menara kudus.Perpaduan corak budaya Islam dan Hindu pada bangunan candi menara kudus merupakan contoh akulturasi.

C.Akomodasi
    Akomodasi merupakan proses penerimaan unsur-unsur kebudayaan luar untuk menghindari konflik.Akomodasi dapat pula dimaknai suatu proses dalam hubungan sosial yang mengarah pada adaptasi sehingga antar individu atau kelompok terjadi hubungan saling menyesuaikan untuk mengatasi ketegangan. Akomodasi menunjukkan proses penerimaan unsur-unsur kebudayaan lokal. Proses penerimaan kebudayaan lokal ini akan membawa perubahan pada masyarakat yang bersangkutan. Oleh karena itu, melalui proses akomodasi akan terjadi perubahan sosial.

D.Asimilasi
    Asimilasi adalah peleburan dua kebudayaan atau lebih yang disertai hilangnya kebudayaan baru. Proses asimilasi ditanndai adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan antar kelompok. Adanya asimilasi dapat menghapus unsur-unsur perbedaan secara horizontal dalam masyarakat. Dengan adanya asimilasi perbedaan antaranggota masyarakat dapat disatukan dalam konsep budaya baru. Sebagai contoh, membaurnya etnik Tionghoa dengan masyarakat pribumi.


Perkembangan Ekonomi di Indonesia Pada Awal Kemerdekaan


Beragam permasalahan dihadapi bangsa Indonesia setelah pengakuan kemerdekaan Indonesia. Permasalahan tersebut diakibatkan oleh berbagai macam hal. Adapun permasalahan dalam bidang ekonomi sebagai berikut.

A. Kemerdekaan Ekonomi Belum Terwujud
     Perekonomian Indonesia pada awal kemerdekaan masih didominasi pihak asing.Menurut sumitro Djojohadikusumo, untuk mengatasi kondisi tersebut perlu segera menumbuhkan kelas pengusaha-pengusaha yang bermodal lemah harus diberi bantuan modal.Sistem ini dikenal dengan sistem ekonomi Gerakan Benteng. Ternyata, sistem ini mengalami kegagalan.Banyak pengushaha menyalahgunakan bantuan untuk mencara keuntungan secara cepat.


B.Perkebunan dan instalasi-instalasi rusak
    Pada awal pengakuan kedaulatan banyak sarana dan prasarana dan instalasi industri mengalami kerusakan.Kondisi ini mengakibatkan kemacetan dalam bidang industri yang memengaruhi perekonomian nasional.


C.Jumlah penduduk meningkat tajam
    Laju pertumbuhan penduduk meningkat pasca-pengakuan kedaulatan.Pada tahun  1950 diperkirakan penduduk Indonesia sekitar 77,2 juta jiwa.Tahun 1955 meningkat menjadi 85,4 juta.Kecepatan laju pertumbuhan penduduk berakibat pada peningkatan impor makanan.Sejalan pertumbuhan penduduk berakibat pada peningkatan impor makanan.Kondisi tersebut mendorong terjadinya urbanisasi


D.Utang Negara Meningkat dan Inflasi Tinggi
    Ekonomi Indonesia tidak stabil setelah pengakuan kedaulatan. Kondisi ini ditandai meningkatnya utang negara dan tingginya tingkat inflasi. Utang Indonesia meningkat karena Ir. Surachman (Menteri Keuangan saat itu) mencari pinjaman ke luar negeri untuk mengatasi masalah keuangan negara.Sementara itu, tingkat inflasi indonesia tinggi krena barang-barang yang tersedia di pasar tidak dapat mencukupi kebutuhan masyarakat. Akibatnya, harga barang kebutuhan naik. Untuk mengurangi inflasi, pemerintah melakukan sanering pada tanggal 19 Maret 1950. Sanering adalah kebijakan pemotongan uang.Uang yang bernilai Rp,5,- ke atas berlaku setengahnya.

E.Defisit Dalam Perdagangan Internasional
    Pada awal kemerdekaan perdagangan internasional Indonesia mengalami penurunan.Kondisi ini disebabkan Indonesia belum memiliki barang-barang ekspor selain hasil perkebunan.Padahal sarana lahan dan produktivitas perkebunan telah merosot akibat berbagai kerusakan

Jenis-jenis Magnet berdasarkan sifatnya



Magnet Pertama kai digunakan sebagai kompas oleh bangsa Cina pada tahun 2637 SM. Hingga saat ini magnet sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Magnet merupakan bagian penting di dalam peralatan elektronika. Peralatan listrik yang menggunakan magnet antara lain dinamo sepeda, generator, motor listrik, pengeruas suara, dan telepon. Bahan-bahan yang terpengarauh oleh magnet disebut bahan magnetik, adapun bahan nonmagnetik yaitu kaca, kertas dan kayu.
  Benda-benda atau bahan-bahan magnetik dikelompokkan menjadi bahan ferromagnetik, bahan para magnetik, dan bahan diamagnetik.

1).Bahan Feromagnetik
     Benda-benda yang sangat mudah dipengaruhi magnet dan dapat dibuat menjadi magnet disebut bahan feromagnetik. Bahan feromagnetik dapat berupa logam murni maupun campuran. Contoh logam murni yaitu besi, baja, nikel dan kobalt, adaput logam campuran yang termasuk bahan feromagnetik yaitu baja-kobalt, baja-nikel,alumunium-nikel-kobalt (alnico),dan besi-nikel-kobalt (perminvar).

2.Bahan Paramagnetik
     Bahan paramagnetik adalah benda-benda atau bahan bahan yang bisa dipengaruhi oleh magnet, tetapi tidak dapat dibuat menjadi magnet. Contoh bahan paramagnetik yaitu mangan, platina, alumunium, magnesium, timah (tin), oksigen dan udara.

3.Bahan Diamagnetik
     Benda-benda atau bahan-bahan yang sukar dipengaruhi oleh magnet dinamakan bahan diamagnetik. Apabila benda diamagnetik diletakkan di udara atau di ruang hampa, bahan diamagnetik akan ditolak oleh magnet meskipun dengan gaya tolak yang sangat kecil. Contoh bahan diamagnetik yaitu bismut, antimon, seng murni, air raksa, timbal, perak, emas, air, fosfor, dan tembaga

Artikel Lainnya

Artikel Lainnya