Perkembangan Pendidikan pada Masa Demokrasi Liberal


 Pendidikan pada Masa Demokrasi Liberal sangat tertinggal terutama dalam ilmu teknik. Ilmu teknik sangat dibutuhkan oleh dinuia modern dan dianggap membawa kunci kemajuan bangsa. Menyikapi kondisi tersebuut Menteri Pendidikan pada masa Demokrasi Liberal, dr. Abu Hanifah menyusun konsepsi disusun setelah diadakan pengalihan masalah pendidikan dari pemerintah Belanda kepada pemerintah RIS pada tahun 1950.
 Garis besar pendidikan tersebut mencakup pendidikan umum dan perbandingan teknik dengan perbandingan 3:1.Artinya, setiap ada tiga sekolah umum, diadakan satu sekolah teknik. Sekolah teknik ini untuk anak tamatan sekolah dasar. Sekolah teknik juga memiliki sekolah teknik lanjutan, yaitu teknik menengah dan sekolah teknik atas. Tamatan sekolah teknik menengah dan teknik atas diharapkan siap terjun di dunia kerja.
 Mengingat Indonesia berupa negara kepulauan, pemerintah pada masa Demokrasi Liberal mendirikan beberapa akademi seperti Akademi Pelayaran, Akademi Oseanografi, dan Akademi Research Laut. Tenaga pengajarnya didatangkan dari luar negri. Selain itu, bagi mahasiswa berprestasi akan dikirim ke luar negeri untuk menlanjutkan studi.
 Menteri Pendidikan Abu Hanifah sangat memperhatikan kesejahteraan guru.Abu Hanifah sangat memperhatikan kesejahteraan guru.Abu Hanifah mengusulkan kepada pemerintah tambahan 1% pajak Indonesia yang akan digunakan untuk memperbaiki kesejahteraan guru. Pada masa Demokrasi Liberal sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama menjadi urusan daerah dengan pantauan dari pusat. Sekolah-sekolah di bawah tanggung jawab provinsi mendapat subsidi pemerintah sebesar 40% dari anggaran belanja negara.
 Tiap-tiap provinsi atau daerah diharuskan memiliki satu universitas negeri. Selama periode Demokrasi Liberal didirikan beberapa universitas diantaranya Universitas Airlangga di Surabaya, Universitas Hasanuddin di Makassar dan Unviersitas Andalas di Padang.


Referensi : Buku IPS Kelas 9 Terbitan Intan Pariwara
 


EmoticonEmoticon